Kapolri Jenderal Tito M Karnavian menyampaikan sambutan saat acara MoU antara DPR dan kepolisian di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/2/18). Kerjasama tersebut dalam rangka peningkatan keamanan di lingkungan DPR. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Pol Tito Karnavian, mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir negara ini akan bubar.

“Faktor pemecah bangsa ini menurut saya pribadi, kalau terjadi gap yang besar antara ‘high class’, ‘middle class’ dan ‘low class’,” kata Kapolri saat meresmikan gedung baru Markas Polda Jawa Tengah di Semarang, Jumat (23/3).

Oleh karena itu, lanjut dia, jika rakyat sejahtera, “middle class” menjadi besar hingga mampu mengurangi gap yang terjadi, maka bangsa ini akan menjadi kuat.

Ia mengakui pemerintah telah menyiapkan berbagai program pembangunan yang ingin masuk langsung ke rakyat kecil.

Presiden meningkatkan anggaran di sektor infrastruktur.

Selain itu, pemerintah juga membagikan jutaan sertifikat kepada masyarakat.

“Puluhan tahun masyarakat sampai nangis-nangis tidak dapat sertifikat,” katanya.

Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah itu bertujuan untuk mempersempit gap antara masyarakat kelas atas dan kelas bawah yang selama ini merupakan mayoritas.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, menyebutkan Indonesia akan bubar pada 2030. Menurut Prabowo, menyebut prediksi itu berdasarkan tulisan yang ada di luar negeri.

“Itu ada tulisan dari luar negeri. Banyak pembicaraan seperti itu di luar negeri. Begini ya. Jadi di luar negeri ada namanya skenario writing. Memang bentuknya mungkin novel, tapi yang nulis adalah ahli-ahli inteligen strategis. You buka dong. You buka, baca,” kata Prabowo.

Prabowo mengakui menyampaikan hal ini agar menjadi kewaspadaan semua pihak. Menurutnya prediksi dari pihak asing seperti itu tidak bisa dianggap remeh oleh Indonesia.

“Agar kita waspada, jangan anggap enteng persoalan-persoalan, karena seperti itu, dari awal lahirnya republik kita, kita sebuah republik yang banyak iri sama kekayaan kita,” ujar Prabowo.

 

Ant.

()