Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif (kedua kanan) didampingi Panglima Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kedua kiri), Kapolri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti (kiri) serta Sekjen Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup Bambang Hendroyono (kanan) memaparkan operasi darurat asap untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan, Jakarta, Jumat (5/9). Dalam operasi pemadaman kebakaran di daerah Sumatera dan Kalimantan tersebut BNPB akan terus membuat hujan buatan dan pemadaman api dari udara, sementara TNI mengerahkan personil untuk membantu pemadaman dan mencegah pembakaran, sedangkan Polri meningkatkan penegakan hukum bersama PPNS. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/ama/15

Jakarta, Aktual.com — Kapolri Jenderal Badrodin Haiti memastikan TNI dan Polri menjadi garda terdepan dalam mendukung program pemerintah. Khususnya terkait optimalisasi, tugas pokok dan fungsi serta peningkatan TNI dan Polri dengan stakeholder lainnya.

Demikian disampaikan Badrodin dalam Rapat Pimpinan TNI-Polri di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, Jumat (29/1).

Menurutnya, hal ini penting dilakukan guna menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Dimana saat ini pemerintah tengah fokus pada peningkatan ekonomi nasional guna memiliki daya saing dan mampu berkompetisi MEA.

Badrodin menambahkan sebagai instansi penegak hukum dan menjaga kedaulatan negara, TNI-Polri akan mengupayakan serta kemampuan yang dimiliki untuk menjamin keamanan negara. Sehingga, dapat mengawal kebijakan pemerintah dalam membangun ekonomi nasional.

“TNI-Polri akan mengupayakan segala daya upaya serta kemampuan yang dimiliki untuk menampilkan kinerja terbaiknya guna menjamin keamanan negara guna mengawal pembangunan nasional,” ujar Badrodin.

Turut hadir dalam acara penutupan Rapim TNI-Polri antara lain Presiden Joko Widodo, Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM Luhut Binsar Panjaitan, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan seluruh Kepala Staf Angkatan.

Selain itu, Rapim TNI-Polri ini juga diikuti oleh sebanyak 173 peserta yang meliputi seluruh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) dan Panglima Daerah Militer (Pangdam).

(Wisnu)