Dirinya mengaku prihatin dengan masih sangat rendahnya kepedulian perusahaan sawit yang ada di Kotawaringin Timur dalam menangani karhutla, meski pemerintah kabupaten secara resmi meminta bantuan penanganan karhutla.

“Kami dukung gubernur mencabut izin perusahaan sawit yang tidak turut menangani karhutla,” ucapnya.

Arsyad juga mengapresiasi kepedulian kelompok masyarakat dan komunitas yang terjun langsung ke lapangan turut memadamkan karhutla di berbagai wilayah.

Bahkan beberapa dari mereka tidak hanya turut memadamkan api, namun juga menyumbangkan sebagian rejekinya dengan menyediakan minuman dan makanan untuk tim satuan tugas pengendalian karhutla.

“Penanganan karhutla menjadi tugas dan tanggung jawab bersama. Yang dibutuhkan sekarang adalah bersama-sama turun ke lapangan, agar karhutla tidak terus meluas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur Yephi Hartadi Perianto mengatakan, sampai saat ini tim satgas masih terus berupaya melakukan pemadaman, baik untuk kebakaran yang baru maupun penanganan lanjutan.

(Abdul Hamid)