Jakarta, Aktual.co — Temuan beras sintetis oleh masyarakat di pasaran membuat kekhawatiran tersendiri. Sekjen Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ngadiran menduga bahwa temuan itu sebagai sebuah isu untuk memperburuk citra pasar tradisional.
“Apakah ini upaya-upaya pengalihan isu, atau pencitraan agar pasar tradisional terpuruk. isu ini kan tembaknya ke jantung (masalah masyarakat),” kata Ngadiran, di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5).
Tak hanya itu, sambung Ngadiran, dirinya tidak bermaksud untuk menuduh siapa-siapa. Pun demikian, menurut dia, akibat kasus beras sintesis ini bisa dirasakan oleh para pedagang, khususnya di pasar tradisional.
“Menuduh tidak bisa, tapi kita rasakan, omset turun 20 persen, banyak (pembeli) datang ke pasar nanya, banyak juga yang dibatalkan,” ujar dia.
Bahkan, kata dia, bisa juga kasus ini untuk menutupi pemberitaan terkait program-program pemerintah yang tidak berjalan.
“Mungkin saja bisa terjadi, sekarang berapa bulan dolar tidak turun, ada program-program pemerintah belum jalan dengan adanya isu ini ketimpa lagi dan gak diangkat,” pungkasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Novrizal Sikumbang
Eka
















