Suasana kawasan wisata Pantai Kuta yang ditutup sementara tampak lengang di Badung, Bali./antara

Denpasar, Aktual.com – Pemerintah Provinsi Bali memastikan karantina wilayah (lockdown) bukan pilihan utama diberlakukan, menyikapi melonjaknya kasus positif korona dalam sepekan terakhir.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Artha Ardana Sukawati menyatakan, berdasarkan kajian angka peningkatan cukup signifikan lebih dikarenakan transmisi rumah tangga dan kegiatan keagamaan.

“Kalau itu penyebabnya, apakah kita perlu lockdown sampai pasar, sampai hotel yang mulai menggeliat di Nusa Dua perlu kita tutup juga atau bagaimana?” kata pria karib disapa Cok Ace ini, Jumat (11/9).

Karena itu, Cok Ace mengatakan, solusi paling efektif dalam menekan kasus corona  yakni menerapkan maklumat Kapolri.

Maklumat Kapolri, lanjutnya, berisikan 4 butir salah satunya mengajak masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Itu yang efektif (Maklumat Kapolri). Jadi ada pembatasan, namun kita boleh keluar, namun dibatasi volumenya jangan sampai berkerumun ramai-ramai dan lain sebagainya,” kata Cok Ace.

Sebelumnya, sejumlah pihak mendorong lockdown diberlakukann di Pulau Dewata, Bali, menyikapi tingginya angka positif corona.

Ketua Bali Villa Association (BVA) Chapter Badung, Putu Gede Hendrawan mengakui, di sisi lain semua pihak berkeinginan meningkatkan ekonomi dari sektor pariwisatanya.

Tetapi, lanjutnya, dengan situasi internal seperti ini sebaiknya dilakukan perbaikan internal.

“Dengan melakukan tindakan agar terjadi penurunan di pandemi ini. Karena jika ini (lockdown) tidak dilakukan, ekonomi tidak akan bisa digerakkan kembali dengan baik,” pungkasnya.(RRI)

(Warto'i)