Jakarta, Aktual.co —Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak mau ikut campur di permasalahan pembebasan lahan Taman BMW.
Alasannya, masalah tersebut dianggapnya merupakan tanggungjawab pihak Agung Podomoro Group sebagai pihak pengembang.
“Itu Agung Podomoro yang pimpin, itu bukan urusan kita. Itu urusan mereka untuk menyediakan tanah kepada DKI. Nah ternyata di situ ada proses pembebasan yang gak beres. Tapi kan udah melalui pengadilan,” ujar Ahok di Balaikota, Kamis (23/10).
Kata Ahok, untuk urusan pembebasan lahan Taman BMW, pihak Pemprov DKI hanya tahu bersih. Untuk segala permasalahan semuanya menjadi urusan dan tanggung jawab Agung Podomoro Group.
“Kalau mau urusan ya dengan grup mereka saya cuma tau bersih. Saya gak tau tuh pas bang Yos (mantan Gubernur Sutiyoso-red) kayak gimana,” ujarnya.
Sebagai informasi, kasus tanah Taman BMW bermula ketika Jakarta berada di bawah kepemimpinan Sutiyoso sebagai gubernur. 
Pada saat itu, ada kewajiban bagi pengembang yang hendak membangun perumahan atau apartemen untuk menyerahkan fasilitas sosial dan fasilitas umum pada Pemda DKI Jakarta untuk dijadikan stadion sebagai pusat olah raga di Jakarta. 
Tanah tersebut dikenal dengan Taman BMW, yang kemudian mencuat lantaran diduga terjadi manipulasi luas dan lokasi tanah. Di mana tanah yang diserahkan pengembang pada Pemda DKI ternyata berbeda luas dan lokasinya dari yang disepakati sebelumnya. Ditambah lagi tanah itu ternyata juga belum mengantongi sertifikat.

()