Medan, Aktual.com – Hartati Sani, istri dari Ajie Karim yang merupakan anggota DPRD Sumatera Utara, mendatangi kantor Gerindra Sumut di Jalan DI Panjaitan nomor 10 Medan, Jumat (12/6).

Tujuan kedatangan Hartati untuk mengadukan nasibnya terkait Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang diduga dilakukan Ajie Karim, yang diketahui merupakan anggota DPRD dari Fraksi partai berlambang Garuda itu.

“Saya datang kesini (kantor Gerindra Sumut) untuk meminta kejelasan dari pihak partai tentang kekejaman yang diperlihatkan Ajie Karim kepada saya,” ujarya Hartati dihadapan sejumlah pengurus DPD Gerindra Sumut.

Didampingi keluarga, Hartati menuturkan, selama ini suaminya telah memperlakukan dirinya sangat kasar. Salah satunya adalah dengan memukul dan meludahi dirinya saat akan melaksanakan ibadah shalat.

Pengakuan Hartati, perlakuan kasar dari sang suami sudah terjadi sejak lama. Hartati mengaku, karena tak tahan diperlakukan kasar, dirinya sempat kembali kerumah orang tuanya pada tahun 2002 lalu. Namun suaminya Aji Kariem, mengajak rujuk kembali pada 2003 dan Hartati mengiyakan karena dia dan suaminya itu sudah dikaruniai tiga orang anak.

“Dari awal saya sudah sering mendapat kekerasan dari dia (Ajie Karim), namun saya masih memakluminya. Ini pertama kali dalam hidup (bersama Ajie Kariem), saya melawan,” ungkap Hartati.

Hartati menerangkan, dalam laporan kepada pihak kepolisian awal Juni lalu itu, ia juga menyinggung mengenai perselingkuhan antara suaminya dengan wanita berinisial WW. Dirinya bahkan menduga, suaminya telah menikah secara diam-diam.

“Saya mendapat foto Ajie Karim dengan WW melakukan ijab kabul. Saya harus mengatakan ini karena sebagai ibu rumah tangga, saya tidak mengetahui secara persis tentang perlakuan suami diluar sana. Kalau memang menikah lagi, ceraikan saya dulu,” katanya.

Dirinya siap jika partai kemudian mempertemukan mereka untuk menyelesaikan masalah tersebut. Sebab menurutnya, Ajie Karim sudah lama tidak menafkahinya lahir bathin. Bahkan untuk kegiatan di dewan khusus kepada para istri anggota DPRD Sumut, dirinya tidak pernah dilibatkan.

“Waktu pelantikan saja saya hadir, itupun untuk pencitraan saja. Makanya saya meminta tanggung jawab Ajie Katim kepada anak-anak sebagai ayah, dan seorang pria yang gentleman (dewasa),” bebernya.

Hartati pun berharap, Partai Gerindra dapat mengambil kebijakan tegas.

Sebagaimana diketahui, kasus perselingkuhan dan KDRT mendapat perhatian khusus partai pimpinan Prabowo Subianto ini. Dimana kedua masalah tersebut akan diberi sanksi berat oleh partai.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD Gerindra Sumut Krisman Purba didampingi pengurus lainnya seperti Frans Hasibuan (wakil ketua), Edi Asmar dan Wenny Azwita (wakil sekretaris), mengatakan pihaknya akan mempelajari permasalahan tersebut secara internal partai.

Usai mengklarifikasi pengaduan Hartati, lanjut Krisman, DPD akan menyelidiki kebenaran yang disampaikan tersebut. Hasilnya akan disampaikan kepada Ketua DPD Sumut Gus Irawan Pasaribu dan pimpinan pusat (DPP).

“Jadi tadi dia (Hartati) yang datang dan kita terima. Untuk kasus ini sendiri belum ada intruksi. Hasilnya nanti kita pelajari dulu. Setelah itu baru kita serahkan ke Ketua DPD Gerindra Sumut dan DPP,” kata Krisman.

 

Laporan: Damai Mendrofa

()