Jakarta, Aktual.co —Keberadaan mal dan pasar modern jangan sampai mematikan keberadaan pasar tradisional dan pusat grosir di Jakarta.
Karena keberadaan pasar tradisional dan pusat grosir merupakan penyeimbang bagi pusat-pusat perbelanjaan modern di Jakarta.
Dikatakan pengamat perkotaan, Yayat Supriatna, pusat perbelanjaan modern atau mall di Jakarta adalah tempat tujuan yang dikhususkan untuk masyarakat menengah ke atas. 
Sedangkan untuk masyarakat kelas menengah ke bawah di Jakarta yang berpenghasilan rata-rata tiga juta per bulan tentunya akan merasa berat jika harus berbelanja di mal.
“Biasanya mereka lebih memilih ke pasar tradisional atau grosir. Oleh karena itu, keduanya jangan sampai dimatikan kehidupannya. Supaya masyarakat Jakarta yang kelas menengah ke bawah masih bisa bertahan. Jangan sampai tergerus lah,” ujar Yayat di Jakarta, Kamis (23/10).
Sebagai informasi, di Jakarta memiliki sekitar 173 mal modern yang kebanyakan berorientasi pada masyarakat menengah ke atas. 

()