Sebelumnya Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarno meminta panitia parade budaya Kita Indonesia dapat menertibkan peserta agar tak mengenakan atribut partai politik. Pasalnya, sesuai dengan Pergub No 12.2016 tentang Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) salah satu pasal tertulis HBKB atau Car Free Day (CFD) tak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan parpol, SARA serta orasi ajakan yang bersifat menghasut.

Jakarta, Aktual.com – Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan terimakasihnya kepada penyelenggara ‘Kita Indonesia’ atas undangan mengikuti kegiatan tersebut, Minggu (4/12).

Meski demikian, PP Pemuda Muhammadiyah memastikan tidak ikut dan hadir dalam kegiatan yang dipusatkan di area Bundaran Hotel Indonesia tersebut.

“Saya berterima kasih dengan sangat atas kehormatan yang diberikan kepada Pemuda Muhammadiyah dan saya atas undangan yang disampaikan tersebut,” kata Dahnil dalam keterangannya, Minggu (4/12).

PP Pemuda Muhammadiyah mendoakan kegiatan berjalan lancar dan penuh kebaikan. Khususnya dalam membangun kesadaran kolektif meski keberagaman tidak harus diseragamkan. Sebab dalam pandangannya Kebhinekaan dan toleransi bukanlah barang dagangan yang mesti ditunjukkan dalam show of force.

“Kebhinekaan dan toleransi itu bukan komoditi perdagangan, apalagi instrumen rente. Kebhinekaan itu adalah jiwa dan hati yang menyatu dan diterapkan dalam hidup sehari-hari,” jelasnya.

Dahnil sendiri menekankan bahwa Pemuda Muhammadiyah tidak melarang kadernya mengikuti kegiatan tersebut, karena hal itu menyangkut hak konstitusional masing-masing individu.

“Mari rawat terus kebhinekaan dan toleransi kita bersama. Kebhinekaan yang otentik. Toleransi yang sejati. Bukan kebhinekaan dan toleransi yang dipenuhi kepura-puraan dan atraksi,” demikian Dahnil Anzar.

(Soemitro)

(Arbie Marwan)