Jakarta, Aktual.com – Rasulullah Saw sebagai Nabi terakhir yang diutus oleh Allah Swt untuk umat terakhir memiliki cara berbeda-beda dalam menghadapi kaumnya. Seperti kisah berikut saat Rasulullah Saw bertemu dengan Arab badui yang tidak mengenal Nabinya akan tetapi sangat cinta terhadap utusan Allah Swt.

Saat itu, Rasulullah SAW sedang thawaf di Ka’bah. Beliau mendengar ada seseorang arab badui di hadapannya thawaf, sambil berzikir dengan Asmaul Husna yaitu, “Ya Kariim, Ya Kariim,”

Mendengar hal itu, Rasulullah meniru ucapan sang badui. Sang badui itu lalu berhenti di salah sisi Ka’bah, dan berzikir lagi, “Ya Kariim, Ya Kariim,” Rasulullah yang berada di belakangnya mengikut zikirnya “Ya Karim! Ya Karim,”

Akan tetapi, sang badui justru merasa seperti diolok-olokkan, ia kemudian menoleh ke belakang dan melihat seorang laki-laki yang gagah, lagi tampan yang belum pernah dikenalinya.

“Wahai orang tampan! Apakah engkau memang sengaja memperolok-olokkanku, karena aku ini adalah orang Arab badui? Kalau bukan karena ketampananmu dan kegagahanmu, pasti engkau akan aku laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah,” ucap Sang Badui.

Mendengar kata-kata orang Arab badui itu, Rasulullah tersenyum, lalu bertanya, “Apakah engkau tidak mengenali Nabimu, wahai orang Arab?”

“Belum,” jawab orang itu.

“Jadi bagaimana kau beriman kepadanya?” tanya Rasulullah lagi.

“Saya percaya dengan sangat yakin atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan membenarkan sabdanya, sekalipun saya belum pernah bertemu dengannya,” ucap sang badui.

Rasulullah pun berkata kepadanya, “Wahai orang Arab! Ketahuilah aku ini Nabimu!” Melihat Nabi di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya.

“Tuan ini Nabi Muhammad?” tanyanya lagi untuk menyakinkan dirinya.

“Ya, benar,” jawab Rasulullah Saw. Si Arab badui itu pun tunduk mencium kedua kaki Rasulullah SAW.

Melihat itu, Rasulullah menarik tubuh orang Arab itu, seraya berkata kepadanya, “Wahal orang Arab, janganlah berbuat seperti itu. Perbuatan seperti itu balasannya dilakukan oleh hamba sahaya kepada juragannya, ingatlah Allah mengutusku bukan untuk menjadi seorang yang takabbur yang meminta dihormati, atau diagungkan, tetapi demi membawa berita gembira bagi orang yang beriman, dan membawa berita menakutkan bagi yang mengingkarinya,”

Saat itu juga Malaikat Jibril AS turun membawa kabar dari langit dia berkata, “Ya Muhammad! Tuhan As-Salam mengucapkan salam kepadamu dan menyampaikan wahyu ‘Katakanlah kepada orang Arab itu, agar dia tidak terpesona dengan belas kasih Allah. Ketahuilah bahwa Allah akan menghisabnya di hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil maupun yang besar!’

Setelah menyampaikan wahyu itu, Jibril kemudian pergi. Maka orang Arab itu pula berkata, “Demi keagungan serta kemuliaan Tuhan, jika Tuhan akan membuat perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan dengannya!” kata sang badui itu.

“Apakah yang akan engkau perhitungkan dengan Allah?” tanya Rasulullah Saw

“Jika Tuhan akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa besar maghfirahnya, Jika Dia memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa luas pengampunan-Nya. Jika Dia memperhitungkan kekikiran hamba, maka hamba akan memperhitungkan pula betapa kedermawanannya,” jawabnya.

Mendengar ucapan orang Arab badui itu, maka Rasulullah menangis mengingat betapa benarnya kata-kata orang Arab badui itu, air mata beliau meleleh membasahi janggut mulianya.

Melihat itu Malaikat Jibril pun turun kembali seraya berkata, “Ya Rasulullah! Allah As-Salam menyampaikan salam kepadamu, dan berpesan, ‘Berhentilah engkau menangis! Sesungguhnya karena tangismu, penjaga ‘Arsy lupa dengan bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga Ia bergoncang. Katakan kepada temanmu itu, bahwa Allah tidak akan menghisab dirinya, juga tidak akan memperhitungkan kemaksiatannya. Allah sudah mengampuni semua kesalahannya dan ia akan menjadi temanmu di syurga nanti!’”

Mendengar hal itu, sang arab badui menangis karena mendapatkan kabar gembira dari Allah Swt bahwa dirinya tersebut akan menjadi teman Rasulullah Saw di surga nanti.

(Rizky Zulkarnain)