Dua anak mengisi jeriken dari sumber mata air di desa Sanleo, Kobalima, Malaka, NTT, Jumat (10/10). Akibat musim kemarau yang berkepanjangan warga harus mencari sumber air sejauh tiga kilometer dari desa asalnya. ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo/pd/15

Purwokerto, Aktual.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas di Jawa Tengah mengintensifkan penyaluran bantuan air bersih saat area yang dilanda kekeringan meluas di wilayah kabupaten tersebut.

“Kami masih terus mengintensifkan penyaluran air bersih karena kekeringan masih terus meluas,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas Ariono Poerwanto di Purwokerto, Senin (30/9).

Menurut data BPBD, saat ini kekeringan dan kekurangan air bersih melanda 71 desa di 19 kecamatan di wilayah Banyumas.

Kecamatan yang menghadapi kekeringan dan kekurangan air bersih meliputi Patikraja, Sumpiuh, Karanglewas, Rawalo, Kalibagor, Jatilawang, Purwojati, Cilongok, Tambak, Kebasen, Gumelar, Somagede, Lumbir, Kemranjen, Banyumas, Pekuncen, Kedungbanteng, Ajibarang, dan Wangon.

“Sejak awal penanganan hingga saat ini kami telah menyalurkan 1.374 tangki atau setara dengan 6.866.000 liter air bersih ke seluruh wilayah terdampak kekeringan,” kata Ariono mengenai upaya mengatasi kekeringan di Banyumas.

(Abdul Hamid)