Jakarta, Aktual.com – Direktur Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Sri Wahyuningsih mengatakan kemampuan beradaptasi dengan teknologi digital menentukan kualitas pendidikan.

“Kualitas pendidikan ditentukan bagaimana kita bisa beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital,” kata Sri dalam webinar, Kamis (14/4).

Ia mengatakan, percepatan teknologi digital mendorong masyarakat untuk memanfaatkannya secara sebaik-baiknya agar mendapatkan hasil positif. Salah satu hal yang diperhatikan oleh kementerian adalah digitalisasi sekolah agar bisa meningkatkan kualitas pendidikan.

“Peran digital jadi sarana transformasi layanan pembelajaran yang perlu dilakukan,” katanya.

Kendati demikian, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan, termasuk soal pemerataan akses dan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi (TIK) agar semua anak di Indonesia bisa punya kesempatan belajar yang sama. Selama pandemi, anak-anak harus belajar jarak jauh secara daring demi meminimalkan risiko penyebaran virus. Namun, tak semua murid punya fasilitas gawai dan akses internet yang memadai untuk mengikuti pembelajaran secara lancar.

Berdasar hasil evaluasi kondisi pendidikan di era pandemi yang sebagian berjalan secara daring, terjadi penurunan capaian belajar karena adanya kesenjangan akses. “Learning loss” adalah kemunduran akademis dari peserta didik terkait kesenjangan berkepanjangan atau proses pendidikan yang berlangsung tidak baik.

Ia mencontohkan, murid-murid sekolah yang ada di perkotaan pun butuh dukungan dari keluarga agar bisa memenuhi fasilitas agar dapat belajar daring secara maksimal. Menurut Sri, upaya mempercepat kualitas pembelajaran secara merata di Indonesia tak hanya bisa dilakukan pemerintah, tapi memerlukan bantuan dari berbagai pihak termasuk swasta.

“Sumber daya manusia berkualitas harus dimulai dari upaya bersama pemerintah, swasta dan masyarakat. Perlu dukungan dan kontribusi untuk serentak bergerak meningkatkan kualitas pendidikan,” katanya.

Di sisi lain, Sri menegaskan pentingnya pembentukan karakter generasi muda agar memiliki budi pekerti yang baik seiring dengan kemajuan teknologi.

(Antara)

(As'ad Syamsul Abidin)