Jakarta, Aktual.com – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tengah menyusun buku Bahasa Indonesia laras jurnalistik bagi insan media.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud,  Endang Aminudin Aziz mengatakan, buku bahasa Indonesia laras jurnalistik tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman bagi media dalam mengimplementasikan pekerjaannya sehari-hari sehingga bisa diterima dengan baik oleh masyarakat.

“Saat ini baru pada tahap konsep dan dalam waktu dekat akan menjadi buku,” kata Aminudin dalam Diskusi Kelompok Terpumpun Penyusunan dan Sosialisasi Buku Bahasa Indonesia Laras Jurnalistik bagi Insan Media Massa, di Jakarta,  Senin (30/11).

Pada kesempatan yang sama, pakar bahasa Indonesia Abdul Gaffar Ruskan menjelaskan bahwa bahasa jurnalistik memiliki ragam sendiri sesuai dengan keilmuannya.

“Bahasa yang digunakan dalam karya jurnalistik berbeda dengan bahasa yang digunakan sehari-hari maupun di kalangan akademik,” kata Abdul.

Namun dalam menjalankan kegiatan sehari-harinya,  menurut Abdul, para jurnalis terkadang masih mengabaikan kaidah bahasa   Indonesia yang benar sehingga membawa pengaruh terhadap para pembaca bahkan penonton yang menyaksikan.

Oleh karena itu, menurut Abdul,  diperlukan pedoman bagi insan media berupa buku pedoman yang dapat menjadi acuan jurnalis dalam melakukan tugasnya.

“Jika menggunakan Bahasa Indonesia yang sesuai dengan tuntutan profesi, maka kualitas jurnalistik juga semakin baik,” ujar Abdul.

Sekretaris PWI Jaya Kesit Handoyo mengatakan saat ini ada ribuan media siber di Tanah Air yang mana dalam pemberitaannya kerap mengindahkan penggunaan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

“Idealnya memang media turut mengedukasi masyarakat dengan penggunaan Bahasa Indonesia yang sesuai dengan aturan yang ditetapkan,” kata Kesit. (RRI)

(Warto'i)