Tangkapan layar Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu dalam Konferensi Pers APBN KiTa, Rabu (20/4/2022). (ANTARA/Sanya Dinda)

Jakarta, Aktual.com – Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 akan membahas tentang dampak perang di Ukraina terhadap perekonomian global pada Rabu (20/2) waktu Washington DC.

“Ada empat sesi pertemuan yang akan dilakukan besok. Pertama kita akan melihat kondisi ekonomi global dan dampak perang Ukraina dan Rusia, khususnya dampak ekonominya, terhadap banyak negara yang menjadi lebih berat pemulihannya, ” kata Febrio dalam Konferensi Pers APBN Kita, Rabu.

Dalam pertemuan tersebut G20 akan membahas upaya menjaga pemulihan ekonomi di negara-negara kecil agar tidak terdampak perang di Ukraina yang meningkatkan harga komoditas.

“Sehingga kalau terjadi pertumbuhan yang baik di negara seluruh dunia, termasuk negara kecil, ini juga akan berdampak positif bagi perekonomian G20, termasuk Indonesia,” ucapnya.

Pada sesi kedua, negara-negara G20 akan membahas terkait global preparedness for future pandemic untuk lebih membuat tiap negara lebih siap menghadapi kondisi pandemi yang akan datang.

“Dalam hal ini negara-negara besar seperti G20 lebih siap secara strategis sehingga kita membutuhkan kerja sama di sektor kesehatan yang lebih strategis, juga menyiapkan arsitektur kesehatan global yang lebih siap ke depan,” katanya.

Selanjutnya, juga akan dibahas terkait kondisi keuangan negara-negara miskin, di dalamnya restrukturisasi utang negara yang kondisi keuangannya sudah sangat buruk juga akan dibahas.

“Dalam konteks ini Indonesia jauh lebih baik dibandingkan dengan beberapa negara yang cukup tertekan dalam beberapa tahun terakhir dan lebih tertekan lagi dengan kondisi geopolitik dalam beberapa bulan terakhir,” katanya.

Terakhir pendanaan berkelanjutan juga akan dibahas dengan topik utama terkait pembiayaan transisi energi dari energi berbasis fosil yang tidak ramah lingkungan ke energi hijau.

“Dalam konteks ini kita angkat topik transisi energi dan bagaimana membiayai transisi energi dan ekonomi ke yang lebih hijau agar dapat dilakukan dengan adil dan terjangkau,” katanya.

(Antara)

(Dede Eka Nurdiansyah)