Ilustrasi: Kesenian Burcek dari Bali (Foto: Dok. Kemenag RI)

Denpasar, Aktual.com – Burcek merupakan tari kolaborasi antara seni burdah dari unsur Islam melayu dan seni Cekepung dari unsur Hindu Bali yang ada di Kabupaten Karangasem. Seni Burcek menjadi jalan kebersamaan dalam perwujududan toleransi beragama yang sudah terbangun dan terwariskan hingga kini.

Kesenian tradisional Burcek ini dibawakan delapan pria Hindu Bali dan delapan pria muslim yang mengenakan peci dengan pakaian teluk belanga hitam khas melayu.

Ada beberapa Alat musik pengiring dari kolaborasi kesenian ini diantaranya rebab, rebana dan seruling tradisional Bali.

Bait dan lirik bahasa Bali yang ditampilkan dalam Seni Burcek sangat kental dengan nilai toleransi dan kerukunan antar umat beragama. Ada lirik yang sangat jelas disuarakan oleh 16 seniman Burcek, yaitu negara kesatuan NKRI harga mati.

Menurut Kakanwil Kemenag Bali Komang Sri Marheni, Burcek menjadi salah satu ikon Moderasi Beragama dari kearifan lokal yang terus dilestarikan di Bali.

“Tari Burcek yang dikembangkan di Karangasem menjadi bukti nilai-nilai moderasi telah lama diwariskan oleh leluhur kita. Dan saat ini, Kanwil Kemenag Bali aktif menumbuhkan kembali kearifan lokal yang sarat dengan nilai Moderasi Beragama,” tukas Komang Sri Marheni.

(Nurman Abdul Rahman)