Presiden Pertama Timor Leste, Xanana Gusmao saat acara Foreign Policy Community Of Indonesia (FPCI) di Kota Kasablanka, Jakarta, Sabtu (17/9). Acara bertajuk Conference on Indonesian Foreign Policy 2016 : Finding Indonesia’s Place In The Brave New World menghadirkan sekitar 50 pembicara dari dalam dan luar negeri. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Jakarta, Aktual.com – Presiden pertama sekaligus tokoh kemerdekaan Timor Leste, Xanana Gusmao, mengenang pesan almarhum Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie bagi pembangunan Timor Leste setelah wilayah itu berpisah dari Indonesia pada 1999.

“Saya terharu sekali dengan pemikiran kakak saya. Beliau bilang, ‘Xanana, menurut saya kalian harus memperhatikan pendidikan dan di zaman sekarang ini lebih memfokuskan pada teknologi dan sains,’” kata Xanana menirukan ucapan Habibie usai melayat ke kediamannya di Patra Kuningan, Jakarta, ditulis Ahad (15/9).

Untuk selalu mengingat pesan itu dan jasa Habibie bagi Timor Leste, Xanana menyebut bahwa ada simbol sains dan teknologi yang dicetak di salah satu bagian Jembatan Habibie di Kota Dili.

“Pada Jembatan Habibie di Dili, di situ ada satu simbol teknologi untuk memberitahu bahwa Habibie adalah seorang yang demokratis dan Bapak Teknologi,” katanya.

Setelah menemui kedua putra Habibie untuk menyampaikan belasungkawa dan duka cita, Xanana pun menceritakan pengalaman serta kontak dirinya dan Habibie yang saat itu menjabat sebagai Presiden RI di masa-masa jelang referendum Timor Leste pada 1999.

Saat itu, Xanana masih menjadi tahanan politik di era Presiden Soeharto, yang dipenjara di Cipinang sejak 1992 hingga akhirnya dibebaskan pada 1999 di masa Presiden BJ Habibie.

(Abdul Hamid)