Pengunjung mengajukan lamaran pekerjaan saat acara 'Job Fair' di Auditorium Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (19/7). Acara yang digagas oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY bersama UNY yang diikuti oleh puluhan perusahaan nasional guna mengurangi angka pengangguran di Yogyakarta itu berlangsung pada 19 – 21 Juli 2016. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/foc/16.

Tanjungpinang, Aktual.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mendata tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Provinsi Kepulauan Riau pada Februari 2021 menjadi yang tertinggi di Indonesia, yakni mencapai 10,12 persen atau berada di atas rata-rata nasional level 7,07 persen.

Kendati demikian, TPT pada Februari 2021 di daerah itu turun sebesar 0,22 persen poin dibandingkan Agustus 2020, di mana saat itu TPT menyentuh level 10,34 persen.

“Hal ini berarti dari 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar 10 orang pengangguran,” kata Kepala BPS Provinsi Kepri Agus Sudibyo di Tanjungpinang, Kamis (6/5).

Berdasarkan jenis kelamin, kata dia, pada Februari 2020 TPT perempuan sebesar 11,11 persen lebih besar dibanding TPT laki-laki yang sebesar 9,56 persen.

Dibandingkan Februari 2020, TPT laki-laki dan perempuan naik sebesar 3,07 persen poin dan 6,05 persen poin.

“Sedangkan jika dibandingkan dengan Agustus 2020, TPT laki-laki turun 1,31 persen point sementara TPT perempuan naik 1,72 persen poin,” ungkapnya.

Lanjutnya pada Februari 2021, TPT perkotaan sebesar 10,64 persen, lebih tinggi hampir tiga kali TPT di daerah perdesaan (3,78 persen). Dibandingkan Februari 2020, TPT perkotaan dan perdesaan naik sebesar 4,34 persen poin dan 1,45 persen poin.

Namun, Jika dibandingkan Agustus 2020, TPT perkotaan dan perdesaan masing-masing mengalami penurunan sebesar 0,25 persen poin dan 1,63 persen poin.

Adapun TPT menurut kategori pendidikan mempunyai pola yang sama baik Februari 2021, Agustus 2020, dan Februari 2020. Pada Februari 2021, TPT dari SMK masih merupakan yang paling tinggi dibandingkan tamatan jenjang pendidikan lainnya, yaitu sebesar 13,39 persen.

Sedangkan TPT terendah adalah mereka dengan pendidikan SD ke bawah, yaitu sebesar 5,37 persen.

“Dibandingkan Februari 2020, TPT hampir semua kategori pendidikan mengalami peningkatan. Namun jika dibandingkan Agustus 2020 kategori pendidikan SMA dan Universitas saja yang mengalami peningkatan,”pungka Agus.

(Warto'i)