Jakarta, Aktual.com – Ketua Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyuono menilai kerjasama antara Telkom dengan Singtel dapat mengancam keamanan negara.

Sebab, server data base ‘e-Goverment’ Pemerintah Indonesia justru ada di Singapore.

“Sangat tidak tepat karena kerjasama atau Joint venture Telkom dan Singtel dapat membahayakan keamanan negara dari pembobolan data-data e-Goverment penting yang mungkin saja bisa di sabotage atau pun di hilangkan,” ujar Arief di Jakarta, Kamis (18/6).

Politisi Gerindra ini menuturkan, faktor keamanan sistem juga merupakan salah satu agenda utama bagi e-Government yang memiliki proses terkait dengan ‘on-line transaction’ tanpa membocorkan informasi pribadi atau informasi sensitif lainnya yang dimiliki oleh masyarakat dan komponen bisnis.

“Memang, proses penjaminan keamanan ini sangat diperlukan untuk tetap menjaga kepercayaan masyarakat dan dunia bisnis terhadap sistem e-Government yang sedang diimplementasikan oleh suatu negara,”

“Dengan kerja sama Singtel dan Telkom yang dipusatkan di Singapore untuk mengelola data base e Goverment, merupakan motif hanya untuk mengakomodasi penjualan aset Negara berupa informasi-informasi penting Negara kepada Singapore dan kawan-kawan yang dimuluskan oleh Rini Soemarno,” lanjutnya.

Menurutnya, salah besar jika dibilang motif untuk menciptakan sistem ‘e-The Information Superhighway’. Sejalan dengan laju pertumbuhan penggunaan teknologi informasi yang sangat cepat, maka semakin banyak pula aplikasi-aplikasi yang dibutuhkan oleh pengguna. Seperti pada aplikasi di dunia perdagangan bebas secara elektronik (electronic commerce), pendidikan (electronic education), penyelenggaraan pemerintahan (electronic government).

“Mestinya sistim pengamanan harus di-nomorsatu-kan dan bukan menempatkan server di Singapore,” cetusnya.

Berdasarkan data tersebut, lanjut dia, muncul berbagai pertanyaan terkait dengan pengamanan system jaringan komputer.

“Apakah jaringan computer itu cukup aman? Apakah aman bila melakukan proses perijinan melalui jaringan computer tanpa khawatir seseorang mencuri informasi tentang perusahaan yang akan dibangun? Apakah mungkin seseorang mengetahui password orang lain dan menggunakannya tanpa ketahuan?,” katanya.

Jokowi diminta membatalkan usulan Rini Sumarno untuk Telkom dan Singtel dalam kerja sama mengelola e-Goverment yang server data basenya di Jurong Singapura.

“Ngototnya Menteri BUMN dalam hal ini patut dicurigai, jangan ada kepentingan Rini Soemarno yang dipengaruhi oleh petinggi partai politik yang dekat Rini agar memperoleh keuntungan dari joint venture Singtel dan telkom. Jokowi sebaiknya pecat Meneg BUMN untuk batalkan kerjasama Telkom dan Singtel yang akan mencap Jokowi sebagai agen asing dan ganda untuk dikontrol oleh Singapura.”

()