Jakarta, Aktual.com — Semestinya Pertamina memberikan ruang lebih kepada pengusaha nasional dalam menjalankan proyek ketimbang untuk asing. Hal itu penting dilakukan agar kebijakan Pertamina dapat dinikmati rakyat Indonesia sendiri.

Demikian disampaikan Direktur Indonesia Resources Studies (Iress) Marwan Batubara di Jakarta, Selasa (1/12) malam. “Kalau pengerjaan proyek ada pengusaha nasional dan asing, maka pengusaha nasional sendiri harusnya dikasih fasilitas, jadi mestinya prioritas. Karena jangan sampai Pertamina mementingkan asing,” kata Marwan.

Marwan pun meminta pengusaha-pengusaha nasional yang merasa dirugikan oleh Pertamina agar tidak takut untuk membeberkan ke publik. “Kalau itu memang benar adanya, saya kira dibuka. Jangan sampai ada pengusaha kita merasa tidak adil. Jangan sampai orang lain yang buka. Jadi yang mengalami itu buka saja asal obyektif, dan yakin aturannya dilanggar,” ujar dia.

Terpisah, Anggota Komisi VII DPR Joko Purwanto justru tidak mau menyalahkan Pertamina. Menurut dia, selama proses lelangnya dilakukan secara profesional tidak ada masalah siapa yang menjadi pemenangnya.

“Selama proses lelang pengadaan barang dan jasa atau lainnya yang dilelangkan atau ditenderkan melalui proses yang benar sesuai tata aturan, seperti hal yang diatur dalam Undang-undang, maka hal tersebut dapat dimaklumi. Hal ini membuktikan bahwa pengusaha-pengusaha Dalam Negeri kurang kompetitif untuk bersaing dengan pengusaha asing,” ujarnya.

Namun, mestinya memang kata dia, pengusaha lokal memiliki peluang yang lebih besar daripada pengusaha asing. Tentu saja pengusaha nasional tetap harus terus meningkatkan kemampuan mereka.

“Pertamina sudah seharusnya memberikan keberpihakan yang lebih kepada pengusaha dalam negeri, sebab secara kualitas bisa dikatakan pengusaha dalam negeri masih cukup bersaing,” kata politikus asal Partai Persatuan Pembangunan itu.

(Ant)

(Wisnu)