Karyawan memperlihatkan uang pecahan dolar Amerika Serikat di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Selasa (4/9/2018). Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS melemah menjadi Rp14.940 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Indonesia punya sejarah pahit mengenai krisis moneter, yaitu yang terjadi 20 tahun silam, tepatnya pada 1998. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Kurs dolar AS jatuh, sedangkan mata uang safe-haven dan mata uang negara-negara penghasil minyak menguat pada perdagangan Senin (16/9) pagi, menyusul serangan terhadap fasilitas penyulingan minyak Arab Saudi yang mengganggu pasokan minyak global dan meningkatkan ketegangan di Timur Tengah.

Harga minyak melonjak lebih dari 15 persen setelah serangan terhadap dua pabrik, termasuk fasilitas pemrosesan minyak bumi terbesar di dunia di Abqaiq, mengurangi lebih dari lima persen pasokan minyak global.

Kelompok Houthi yang sejajar dengan Iran mengklaim bertanggung jawab atas kerusakan itu, tetapi AS telah mengarahkan jari ke Iran.

Dolar Kanada naik 0,5 persen dalam perdagangan pagi di Asia menjadi 1,3224 per dolar AS, dan Krone Norwegia naik hampir 0,6 persen menjadi 8,9363 per dolar AS.

Kedua mata uang ini sering bergerak bersama dengan harga minyak karena negara-negara tersebut adalah eksportir minyak utama.

Serangan-serangan itu menghapus selera risiko yang sangat besar minggu lalu dan mendorong Presiden AS Donald Trump mencuit bahwa Amerika Serikat “siap sepenuhnya” untuk menanggapi serangan tersebut.

(Abdul Hamid)