Ahmad al-Ghumari

Jakarta, aktual.com – Setiap apa saja yang merupakan peninggalan Rasulullah Saw senantiasa memberikan kebaikan kepada orang yang memilikinya. Peninggalan-peninggalan tersebut bukan hanya berkaitan dengan benda saja, akan tetapi ilmu terkhusus Hadits-hadits yang dihafal oleh seseorang.

Seperti halnya Syekh Ahmad bin Shiddiq al-Ghumary ketika bertemu dengan Syekh Muhammad Amin al-Baghdadi sebagai berikut:

Ketika Syekh Ahmad bin Shiddiq al-Ghumary berkunjung kepada Syekh Muhammad Amin al-Baghdadi di tempat menyendiri (khalwat) beliau, di Masjid al-Dzahir Jasyankir, Syaikh Amin mempersilakan Syekh Ahmad untuk berjalan di depan, padahal Syekh Amin sendiri lebih tua dari Syekh Ahmad Shiddiq al-Ghumary.

Syekh Amin berkata kepada Syekh Ahmad al-Ghumari: “Silahkan anda duluan, karena anda orang hebat. Saya melihat cahaya kenabian di hati anda”. Hal ini karena Syekh Ahmad Shiddiq al-Ghumari hafal banyak hadis beserta sanadnya dan beliau merupakan salah satu tokoh ulama penghafal hadis di zamannya.

Syekh Ahmad Shiddiq al-Ghumari menolak untuk berjalan di depan Syekh Muhammad Amin, karena beliau telah melihat cahaya Rasulullah besinar, ini menunjukkan bahwa beliau adalah seorang wali Allah.

Syekh Amin tetap tidak melangkahkan lebih dulu, akhirnya Syekh Ahmad Shiddiq al-Ghumari yang keluar duluan, sambil diiringi oleh doa dari Syekh Muhammad Amin al Baghdadi.

Dari kisah di atas menunjukkan bahwa setiap apapun yang ditinggalkan oleh Rasulullah Saw memberikan pengaruh besar kepada diri umat Islam.

Waallahu a’lam

*Sumber Maulana Syekh ‘Ali Jum’ah

(Rizky Zulkarnain)