Ilustrasi- Umar bin Abdul Aziz yang pernah menjabat sebagai gubernur Madinah.

Jakarta, Aktual.com– Umar bin Abdul Aziz seorang ulama yang sanagt disegani pada masanya. Selain beliau menjabat sebagai Khalifah, beliau juga sangat berilmu. Beliau sanga mencintai ulama.

Walaupun pangkat beliau yang sangat mentereng, beliau pernah ditegor langsung oleh anaknya. Berikut kisahnya:

Sebelum menjadi khalifah, Umar bin Abdul Aziz pernah menjabat sebagai gubernur Madinah. Beliau mempunyai beberapa orang anak, di antaranya Abdul Malik bin Umar. Dia masih muda, tetapi ketakwaan dan kezuhudannya senantiasa menghiasi lembaran hidupnya.

Suatu saat, ketika Umar sampai di rumah sepulang mengurus pemakaman jenazah Sulaiman Ibnu Abdul Malik, datanglah anaknya, Abdul Malik menghampirinya.

“Wahai Amirul Mukminin, apa yang mendorong Anda membaringkan diri di siang hari ini?” tanya Abdul Malik pada sang ayah.

Umar bin Abdul Aziz tersentak dan kaget tatkala putranya tersebut memanggilnya dengan sebutan Amirul Mukminin, bukan memanggil ayah seperti biasanya. Ini mengisyaratkan bahwa putranya ingin mempertanyakan tanggung jawab sang ayah sebagai pemimpin, bukan sebagai kepala keluarga.

“Aku letih dan butuh istirahat,” jawab Umar bin Abdul Aziz.

“Pantaskah Anda beristirahat padahal banyak rakyat yang tertindas?” tanya sang anak dengan bijak kepada ayahnya.

“Wahai anakku, semalaman aku suntuk karena menjaga pamanmu. Nanti setelah shalat Zuhur aku akan mengembalikan hak-hak orang yang teraniaya,” jawab Umar.

“Wahai Amirul Mukminin, Siapakah yang menjamin Anda hidup sampai Zhuhur, jika Allah menakdirkanmu mati sekarang?” kata Abdul Malik

Mendengar ucapannya tersebut, Umar semakin terperangah. Beliau memerintahkan anaknya untuk mendekat kepadanya. Lalu dia mencium anaknya dengan berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah mengaruniakan padaku anak yang telah membuatku menegakkan agama,”

Selanjutnya, beliau memerintahkan juru bicaranya untuk mengumumkan kepada seluruh rakyat, “Barangsiapa yang merasa terzalimi, hendaknya mengadukan nasibnya kepada khalifah,”

Waallahu a’lam

(Rizky Zulkarnain)

(Arie Saputra)