Jakarta, aktual.com – Umat-umat Nabi Musa As merupakan umat yang diberikan umur panjang oleh Allah Swt, dengan umur yang panjangnya tersebut ada sebagian dari mereka yang mengisi umur mereka dengan ibadah dan ada juga yang hanya dengan kemaksiatan semata.

Ada sebuah kisah menarik tentang umat Nabi Musa yang senantiasa beribadah akan tetapi justru dimasukkan ke dalam Api Neraka, berikut kisahnya:

Suatu ketika Nabi Musa berkeinginan untuk melihat keadaan umatnya. Setelah berkeliling, di pertengahan jalan beliau mendapati seseorang yang sedang beribadah kepada Allah. Kemudian Nabi Musa mendekati dan menyapanya. Karena dia merasa dirinya paling hebat dalam masalah ibadah di antara kaum yang lainnya. Maka dia memberanikan diri untuk menyodorkan sebuah pertanyaan kepada Nabi Musa perihal ibadahnya.

“Wahai Musa AS aku telah beribadah kepada Allah selama 350 tahun tanpa melakukan perbuatan dosa sedikit pun. Lalu dimanahkah Allah akan meletakkanku (memasukkan) di surga-Nya?” tanyanya.

Nabi Musa sangat senang ketika dimintai pertolongan oleh umatnya, beliau pun kemudian bermunajat memohon kepada Allah agar memberitahukan di akhirat kelak, umat yang rajin beribadah ini ditempatkan di mana. Lalu Allah berfirman, “Wahai Musa (AS), sampaikanlah kepadanya bahwa Aku akan meletakkannya di dasar neraka-Ku yang paling dalam,”

Setelah mendapatkan jawaban dari Allah Swt, Nabi Musa memberitahukan kepada orang tersebut perihal apa yang telah difirmankan Allah kepada beliau. Seketika itu sang ahli ibadah tercengang mendengar perkataan Nabi Musa. Dengan perasaan sedih berselimut gundah ia beranjak dari hadapan Nabi Musa. Tampaknya jawaban itu terus menyelimuti dirinya hingga larut malam.

Namun yang menarik perhatian dirinya yaitu bagaimana nasib para saudara-saudaranya, teman, dan orang lain yang baru beribadah selama 200 dan 300 tahun. Bahkan, terhadap orang-orang yang lebih sedikit darinya beribadah kepada Allah dimanahkah mereka kelak di akhirat akan ditempatkan.

Keesokan harinya, seorang ahli ibadah itu menjumpai Nabi Musa kembali sembari berkata kepada beliau, “Wahai Musa AS, aku rela dimasukkan Allah ke dalam neraka-Nya yang paling dalam, akan tetapi aku meminta satu permohonan lagi. Aku mohon agar setelah tubuhku ini dimasukkan ke dalam neraka, maka jadikanlah tubuhku ini sebesar-besarnya. Sehingga seluruh pintu neraka tertutup oleh tubuhku ini, agar tidak ada seorang pun yang akan masuk ke dalamnya,”

Nabi Musa pun kemudian menyampaikan kembali permohonan orang tersebut kepada Allah. Tak disangka-sangka jawaban Allah Swt terhadap sang ahli ibadah tersebut berubah, Maka Allah berfirman, “Wahai Musa (AS) sampaikanlah kepada umatmu itu bahwa sekarang Aku akan menempatkan dia di surga-Ku yang paling tinggi,”

Dari kisah di atas, kita dapat mengambil hikmah bahwa tidak ada satupun amal yang dapat disombongkan dan dapat dibangga-banggakan. Sebab tidak ada satupun amalan yang dapat memasukkan seseorang ke dalam surganya Allah SWT.

Waallahu a’lam

(Rizky Zulkarnain)