Beranda Bisnis KKP Akan Perkuat Kemitraan Perikanan Strategis dengan Vietnam

KKP Akan Perkuat Kemitraan Perikanan Strategis dengan Vietnam

Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Pamuji Lestari saat mewakili Menteri Trenggono hadir dalam perayaan peringatan hari kemerdekaan Vietnam di Jakarta, Jumat (16/9) kemarin. (Dok. KKP)

Jakarta, aktual.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) semakin mendorong pemerintah Vietnam terus memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia. Apalagi, Vietnam merupakan salah satu negara tujuan ekspor potensial di wilayah regional ASEAN.

Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Pamuji Lestari memaparkan, total ekspor produk kelautan dan perikanan Indonesia ke Vietnam sepanjang 2021, mencapai 46,1 ribu ton.

“Sebagai mitra dagang, nilai ekspor Indonesia ke Vietnam mencapai Rp2,04 triliun pada tahun lalu. Tentu hubungan baik ini perlu dijaga dan diperkuat,” kata Pamuji saat mewakili Menteri Trenggono di perayaan peringatan hari kemerdekaan Vietnam di Jakarta, Jumat (16/9) kemarin.

Saat membacakan amanat Menteri Trengogono di perayaan tersebut, Pamuji menyebut kedua negara telah merumuskan rencana aksi implementasi Kemitraan Strategis 2019 – 2023 yang sekaligus menjadi pedoman untuk memajukan kerjasama kedua negara di berbagai bidang.

Dia pun mengingat pertemuan PM Chinh dan Presiden Joko Widodo di Bogor pada 23 April 2021 lalu. Kala itu, kedua pemimpin sepakat untuk meningkatkan kerja sama bilateral di bidang kesehatan, mengurangi hambatan perdagangan dan investasi, serta mempercepat negosiasi Penetapan Batas ZEE.

“Kerja sama kita semakin diperkuat dengan hasil pertemuan Komisi Gabungan Kerja Sama Bilateral ke-4 pada Juli 2022. Termasuk kesepakatan untuk mencapai target perdagangan bilateral sebesar USD 15 miliar pada tahun 2028,” urainya seperti dikutip dari siaran pers.

Karenanya, dalam mengejar target tersebut, Pamuji Lestari mengingatkan pentingnya mengintensifkan kerjasama Indonesia-Vietnam dalam perdagangan dan investasi di sektor perikanan.

“Sambil juga memperkuat hubungan B-to-B untuk membantu memfasilitasi tujuan tersebut. Kami juga akan segera menjajaki peluang kami untuk berkolaborasi dalam budidaya perikanan, produksi perikanan, pertanian, industri kreatif, dan ekonomi digital,” ujarnya.

Sebagai informasi, komoditas yang sering diekspor ke Vietnam, antara lain cumi-cumi, tuna, sotong, rumput laut, arwana super red, dan lain sebagainya.

(Megel Jekson)