Ilustrasi Lintah Hidup (Pixabay)

Bengkulu, aktual.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil mengawal aktivitas ekspor perdana 1.000 Lintah Hidup (Hirudo medicinalis) ke Malaysia. Ekspor komoditas ini dilakukan oleh Sultan Lintah, UKM asal Bengkulu yang berhasil membangun pangsa pasar lintah dengan pembeli dari Malaysia.

“Ini komoditas unik dan ternyata pasarnya ada. Tentu ekspor perdana ini menunjukkan potensi dan peluang Indonesia,” kata Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Bengkulu, Sugeng Prayogo di kantornya, dilansir dari situs resmi KKP, Senin (26/9) pagi.

Sebelum dikirim ke Negeri Jiran, Sugeng menyebut jajaran BKIPM Bengkulu telah menerbitkan sertifikat Cara Karantina Ikan yang Baik (CKIB) hingga bisa diterima di Malaysia.

“Tentu kita lakukan pengecekan kualitas dan mutu produk sebelum dikirim agar tidak terjadi penolakan di negara tujuan. Dan Alhamdulillah, lintah hidup sudah dikirim Rabu kemarin,” tuturnya.

Sugeng berharap ekspor ini menjadi langkah awal yang baik bagi Provinsi Bengkulu untuk dapat memasarkan produk-produk Bengkulu  ke luar negeri. Dia pun mendorong pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga sekaligus meningkatkan ekspor tersebut.

“Langkah selanjutnya tentunya adalah bagaimana kita meningkatkan jumlah ekspor dan memperluas pasar,” sambungnya.

Sebagai informasi, ekspor ini terwujud dari hasil kerja dan sinergi bersama Bea Cukai Bengkulu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bengkulu, Maskapai Garuda Indonesia dan Angkasa Pura II Bengkulu. Seremoni ekspor perdana lintah hidup dilaksanakan di cargo bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu.

(Megel Jekson)