Ilustrasi Budidaya Ikan

Jakarta, aktual.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meluncurkan Sistem Informasi Kinerja Pelayanan Berintegritas Inovatif No Gratifikasi (Si Kepiting) untuk mempermudah layanan kepada pembudidaya ikan. Aplikasi ini mampu memangkas waktu layanan dari tiga hari menjadi satu jam.

Aplikasi tersebut merupakan inovasi pelayanan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) dan dikembangkan di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar. Melalui aplikasi ini, pembudidaya ikan dapat mengakses layanan bimbingan teknis, pendampingan teknologi, hingga penyediaan data pembudidayaan ikan.

Sikepiting resmi diluncurkan dan sudah dapat diakses oleh masyarakat. Namun platform aplikasi ini masih akan melakukan tahap penyempurnaan agar terintegrasi dengan pusat data statistik, dan informasi (Pusdatin) KKP, untuk memberikan pelayanan yang lebih cepat dan responsif.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu meminta agar Si Kepiting bisa segera dimanfaatkan masyarakat. Bukan tanpa alasan, peluncuran inovasi Si Kepiting juga diharapkan menjadi salah satu wujud pembangunan zona integritas di wilayah kerja KKP, dan DJPB khususnya.

Dengan adanya inovasi Si Kepiting, para stakeholder, pelaku usaha budidaya, penyuluh dan semua yang terlibat dalam usaha di bidang perikanan budidaya bisa dengan mudah mengakses layanan melalui ponsel pribadi.

“Kami apresiasi, dengan launching Si Kepiting, sehingga kita bisa memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ujar Tb Haeru Rahayu dalam siaran pers seperti dilansir dari situs resmi KKP, Minggu (14/8) malam.

Sementara itu, Kepala BPBAP Takalar, Nur Muflich Juniyanto menyampaikan nama Si Kepiting diambil karena kepiting merupakan salah satu komoditas unggulan dan sangat identik dengan BPBAP Takalar.

Si Kepiting diluncurkan sebagai peningkatan pelayanan publik dan pembangunan zona integritas di wilayah kerja KKP.

Dia menjelaskan BPBAP Takalar sebagai salah satu unit pelaksana teknis DJPB KKP memiliki tupoksi dalam melakukan kegiatan pelayanan kepada masyarakat melalui pendampingan teknis, penyaluran bantuan benih dan pakan mandiri, pelayanan magang dan PKL. Serta pengujian laboratorium kesehatan ikan dan lingkungan, dengan wilayah kerja yang luas meliputi pulau Sulawesi, kepulauan Maluku dan wilayah Papua.

Dengan menggunakan aplikasi Si Kepiting masyarakat bisa memangkas waktu birokrasi, yang biasanya bisa memakan waktu selama tiga hari, kini dengan aplikasi Si Kepiting masyarakat bisa bertanya dan langsung dijawab oleh operator. Bahkan tanpa harus datang ke BPBAP Takalar.

Sementara itu, salah satu penyuluh perikanan budidaya di Kabupaten Pangkajene Kepulauan Provinsi Sulawesi Selatan, Risna Irawati mengaku sangat terbantu dengan aplikasi Si Kepiting di BPBAP Takalar. Menurutnya dengan adanya aplikasi Si Kepiting, maka hal itu lebih memudahkan para pembudidaya untuk mengakses informasi dari BPBAP Takalar.

(Megel Jekson)