Jakarta, aktual.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menyerahkan bantuan sarana konservasi terumbu karang senilai hampir Rp100 juta kepada Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (Kompak) Nuansa Pulau di Nusa Penida, Bali.

Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar KKP, Permana Yudiarso dalam rilis yang diterima di Jakarta, Minggu (5/6), menyatakan, bantuan Kompak bertujuan untuk mendukung kegiatan konservasi di kawasan konservasi Perairan Nusa Penida.

Menurut Permana Yudiarso, Kepala BPSPL Denpasar, pemerintah terus menggandeng mitra kelompok masyarakat menjaga kawasan konservasi di daerah.

“Bantuan kami berikan berupa alat selam, alat snorkel, seragam lapangan dan alat perkantoran lainnya untuk mendukung konservasi serta penyadartahuan terumbu karang di Kawasan Konservasi Perairan Daerah Nusa Penida. Total nilainya sebesar Rp99,73 juta,” ungkap Yudi.

Sementara itu, Nyoman selaku perwakilan kelompok Nuansa Pulau menyampaikan kelompoknya tidak hanya melakukan transplantasi karang namun juga melakukan berbagai sosialisasi kepada masyarakat termasuk anak-anak di Nusa Penida agar tetap mencintai dan menjaga terumbu karang.

Acara serah terima bantuan yang berlangsung di Desa Ped, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung dihadiri oleh beberapa pemangku kepentingan seperti Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klungkung, serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, KKP terus mendorong kelompok penerima bantuan selalu menjadi garda terdepan dalam membangun sektor kelautan dan perikanan melalui berbagai aksi perlindungan dan konservasi.

Sebelumnya terkait dengan upaya penyelamatan terumbu karang di kawasan perairan nasional, ada pula program manajemen dan rehabilitasi terumbu karang atau Coral Reef Rehabilitation and Management Program-Coral Triangle Initiative World Bank (Coremap-CTI WB) yang bertujuan menyelamatkan terumbu karang dan menghidupkan perekonomian lokal.

Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Arifin Rudyanto menyatakan bahwa program strategis ini diinisiasi untuk perlindungan terhadap sumber daya pesisir khususnya terumbu karang yang memiliki 500 jenis dengan luas sekitar 25 ribu kilometer persegi.

“Kita harapkan pengelolaan sumber daya pesisir sebagai model karena punya ekonomi yang tinggi, paling tidak sekitar 2,6 miliar dolar AS (per tahun),” ucapnya dalam acara penutupan proyek dan diseminasi capaian Coremap-CTI WB hibah Global Enviroment Facility (GEF) yang dilakukan secara virtual di Jakarta, Rabu (11/5).

Sebagaimana diwartakan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mendorong kelompok penerima bantuan selalu menjadi garda terdepan dalam membangun sektor kelautan dan perikanan melalui berbagai aksi perlindungan dan konservasi.

(Antara)

(Rizky Zulkarnain)