Jakarta, aktual.com – Kepala Bidang Hukum dan Pembelaan Nelayan, Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), Martin Hadiwinata mengatakan reklamasi Teluk Jakarta dapat menyebabkan bencana ekologis pesisir.
“Bencana ekologis akan terjadi di Teluk Jakarta karena adanya reklamasi,” katanya usai sidang di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Pulo Gebang, Jakarta Timur, Kamis (23/6).
Hal itu dibuktikan dengan adanya kematian ikan massal di perairan Teluk Jakarta pada beberapa bulan lalu. Hal itu, kata Martin, diakibatkan oleh berubahnya pola arus di sekitar perairan tersebut sehingga laut tidak melakukan pencucian.
“Kemudian terjadi pembusukan alami di perairan Teluk Jakarta, dan itu menyebabkan teluk Jakarta akan semakin hancur,” tambah dia.
Karenanya lanjut Martin, rusaknya lingkungan Teluk Jakarta membuat kehidupan nelayan menjadi sulit mencari ikan, tidak hanya karena lautnya yang menjadi keruh dan juga terjadi pendangkalan di sekitar pulau reklamasi.
“Makanya, nelayan itu kesulitan untuk keluar dari Kaliadem dan juga dari Pelabuhan Muara Angke, dia harus menunggu waktu-waktu tertentu karena terjadi pendangkalan akibat sedimentasi di muara sungai dan pesisir yang dekat dengan garis pantai,” jelas dia.
Dari data yang Aktual.com miliki, sedikitnya kerugian ekonomi yang akan dialami ialah Rp92,57 triliun akibat hilangnya padang lamun di pesisir Jakarta yang di tahun 2014 seluas 16.036,77 ha.
Hal itu didasari dari penelitian Fortes di tahun 1990 yang menilai bahwa manfaat ekonomi dari padang lamun dengan kehidupan biota di wilyah tersebut sebesar Rp5,78 miliar setiap tahun.
Artikel ini ditulis oleh:

















