Jakarta, Aktual.co — Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Hinca Panjaitan, sesalkan pengajuan banding yang dilakukan oleh salah satu klub peserta kompetisi Divisi Utama (DU) Liga Indonesia, PSS Sleman.

Banding yang dilakukan oleh Elang Jawa (julukan PSS Sleman) kepada Komisi Banding (Komding) PSSI, ialah terkait keputusan Komdis yang mendiskualifikasikan PSS Sleman dari turnamen DU musim 2014.

Seperti diketahui, keputusan yang diambil oleh Komdis itu adalah buah dari kelakuan PSS Sleman ketika menghadapi PSIS Semarang pada laga babak delapan besar DU melawan PSIS Semarang beberapa waktu lalu.

Pada pertandingan tersebut, tim besutan Herry Kiswanto dengan sengaja melakukan dua gol bunuh diri, sehingga membuat laga tersebut populer dengan sebutan “sepakbola gajah”.

“Di mana akal sehat mereka? Itu adalah sebuah kejahatan sepakbola. Mereka main bukan untuk menang, tapi untuk kalah. Itu mencederai semangat ‘fair play’,” ungkap Hinca ketika ditemui di sekretariat PSSI, Jakarta, Rabu (5/11).

PSS Sleman resmi mengajukan banding dengan mengirimkan surat banding tersebut melalui fax. Pada Selasa (4/11), manajemen PSS Sleman telah menyerahkan surat banding resmi kepada Komding PSSI.

Bukan hanya PSS Sleman yang melakukan gol bunuh diri, lawannya, PSIS Semarang juga melakukan hal yang sama. Ironisnya, perbuatan memalukan tersebut dilakukan hanya untuk menghindari Borneo FC di partai semi-final DU.

Sebelumnya, kedua tim tersebut memang sudah diputuskan masuk ke babak semi-final kompetisi DU. Ada apa dengan Borneo FC, sehingga mereka rela mencoreng nama baik sepakbola Indonesia dengan melakukan gol bunuh diri?

“Dengan banding yang dilakukan oleh PSS Sleman, seolah-olah keputusan Komdis salah. Padahal jelas-jelas apa yang mereka lakukan itu salah,” sesal Hinca.

()

()