Budayawan Osman Kavala (IST)

Ankara, Aktual.com – Turki resmi memanggil duta besar (Dubes) dari 10 negara terkait pernyataan bersama mereka yang menuntut penyelesaian secara adil dan cepat atas persidangan kasus Osman Kavala. Turki pun memperingatkan mereka untuk tetap berada dalam batas tugas diplomatik.

“Pernyataan para utusan itu (Duta Besar) tidak dapat diterima dan bertentangan dengan supremasi hukum, demokrasi dan independensi peradilan, yang diklaim oleh para duta besar untuk dipertahankan,” kata Kementerian Luar Negeri Turki, Selasa (19/10) kemarin.

Kementerian Luar Negeri memperingatkan para Dubes, dengan menegaskan posisi Turki sebagai negara yang demokratis dan konstitusional serta menghormati hak asasi manusia. Kementerian pun memastikan yurisdiksi Turki tidak akan terpengaruh oleh pernyataan semacam itu.

Dilansir dari Anadolu Agency, para Duta Besar itu juga diperingatkan untuk tetap berada dalam tanggung jawab tugas mereka sebagai bagian dari Konvensi Wina.

Pada 18 Oktober lalu, utusan Kanada, Prancis, Finlandia, Denmark, Jerman, Belanda, Selandia Baru, Norwegia, Swedia, dan AS mengeluarkan pernyataan yang membela penundaan persidangan Kavala. Mereka pun menyerukan Turki untuk membebaskan Kavala.

Osman Kavala adalah seorang pengusaha dan budayawan Turki yang bersikap kritis terhadap pemerintah. Dia ditahan pada 2016 lalu terkait dengan kudeta gagal yang dilakukan terhadap pemerintahan Erdogan.

(Megel Jekson)