Jakarta, Aktual.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membentuk tim bersama Badan Siber dan Sandi Negara serta Tokopedia untuk mengevaluasi kasus kebocoran data pengguna di platform belanja online tersebut.

“Kominfo, BSSN, Tokopedia secara serius akan melakukan evaluasi, penyelidikan, mitigasi teknis dan memperbarui perkembangan,” kata Menteri Kominfo Johnny G Plate saat memberi keterangan melalui siaran YouTube akun Kemkominfo TV, Senin (4/5).

Johnny menyatakan siang ini mereka mengadakan pertemuan secara virtual dengan Tokopedia dan BSSN untuk membahas kasus kebocoran data jutaan pelanggan.

Dalam pertemuan tersebut, dikatakan Johnny, Tokopedia menyampaikan secara umum akun dan data keuangan pelanggan aman, namun, memang terdapat kemungkinan ada beberapa informasi yang diperoleh peretas, antara lain berupa nama, alamat email dan nomor telepon.

“Kami akan perbarui perkembangan, setelah (pekerjaan) dari tim evaluasi secara teknis Kominfo, BSSN dan Tokopedia selesai dilakukan,” kata Johnny.

Tokopedia hingga berita ini ditulis tidak memberikan komentar terkait pertemuan dengan kementerian hari ini.

Sementara itu, pemerintah memastikan ekonomi digital, terutama bidang e-commerce dapat berjalan dengan lancar dengan menindaklanjuti kasus kebocoran data ini serta meningkatkan sistem keamanan demi melindungi data pengguna.

“Agar tidak mengganggu e-commerce di Indonesia,” kata Johnny.

Seorang peretas melalui forum mengklaim memiliki data dari 15 juta pengguna Tokopedia berupa nama, hashed password dan alamat email.

Tokopedia dalam keterangan pada Sabtu (2/5) lalu membenarkan ada upaya peretasan ke sistem pertahanan mereka, namun, data-data penting pengguna tetap terlindungi.

Para ahli di bidang keamanan siber, berdasarkan pantauan mereka, menyatakan jumlah pelanggan yang diretas jauh lebih besar dari 15 juta, diperkirakan data dari 91 juta akun Tokopedia bocor dan diperdagangkan di dark web.

Jumlah pengguna aktif bulanan Tokopedia pada November 2019 lalu lebih dari 90 juta pengguna dan lebih dari 7 juta penjual bergabung di platform tersebut.

 

Antara

(As'ad Syamsul Abidin)