Jakarta, Aktual.co — Anggota komisi XI DPR RI dari fraksi Partai Golkar M Misbakhun meragukan pernyataan Ketum NasDem Surya Paloh, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Sudirman Said terkait diskon pembelian 15 persen atas kerjasama minyak impor dengan perusahaan minyak asal negara Angola, Sonangol EP.

“Terus terang saya meragukan karena harga minyak di dunia selalu mengikuti harga pasaran. Ada term and condition, kemudian ada biaya angkut dan sebagainya. Dan harus diingat, diskon 15 persen itu besar sekali,” kata dia, di Jakarta, Jumat (28/11).

Menurut bekas kader PKS itu, ide dan gagasan dari perusahaan Sonangol EP itu menarik untuk mencari jalan keluar terhadap sistem rente pedagangan minyak dunia yang seharusnya bersifat Government to Government. Artinya, kalau memang benar ada diskon 15 persen dari Sonangol, maka dampaknya harga minyak yang dikonsumsi di Indonesia menjadi lebih murah.

Namun, kata Misbakhun, kerjasama ini harus benar-benar dilakukan secara “G to G” melalui Pertamina, jangan lagi melalui pihak ketiga seperti Surya Energi, apalagi Petral.

“Transparansi itu penting. Lakukan secara Government to Government. Jangan pakai operator lapangan lagi. Kalau akhirnya pemerintah melalui orang ketiga, seperti Surya Energi maka itu yang namanya mafia ganti mafia.”

Artikel ini ditulis oleh: