Jakarta, Aktual.co — Komisioner Komnas Ham melakukan pertemuan dengan Kepolisian Republik Indonesia untuk menindaklanjuti peristiwa bentrokan antara anggota TNI Yonif 134 Tuah Sakti dan Anggota Brimob Polda Kepulauan Riau, yang terjadi pada 19 November 2014 lalu.
Komisioner Komnasham Natalius Pigai mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut pihaknya telah menyerahkan seluruh hasil penyelidikan terkait bentrok TNI-Polri beberapa waktu lalu.
“Hasil penyelidikan komnasham, peristiwa itu terjadi karena kurang dilakukannya penegakan hukum yang objektif, imparsial, transparan, dan dapat memberikan rasa adil untuk masyarakat serta anggota TNI di dalam tubuh kepolisian,” kata Natalius usai pertemuan di Mebes Polri, Jakarta, Kamis (4/12).
Menurutnya, untuk mencegah agar perselisihan dua aparat negara beda institusi itu, maka pihak Komnasham mendorong terciptanya penegakan hukum di lingkungan kepolisian.
Pigai mengatakan, kekecewaan TNI terhadap kepolisian dalam menyelidiki kasus di Batam muncul bukan tanpa alasan. Menurutnya, kekecewaan timbul karena lamanya proses hukum yang dilakukan untuk menjatuhkan hukuman bagi anggota kepolisian yang terlibat.
“Ya mereka (TNI) menuntut pihak yang terlibat untuk dikenai sanksi disipilin, pidana, dan pelanggaran kode etik oleh kepolisian segera di proses dengan cepat,” sambung Pigai.
Pigai mengatakan, lamanya proses hukum yang menjerat anggota polri yang melakukan penembakan terhadap anggota TNI karena proses peradilan umum-lah yang dipakai untuk menghukum anggota kepolisian. Menurutnya, proses hukum peradilan umum lah dinilai lamban dalam melakukan pengusutan anggota polri yang bermasalah.
“Kami berharap komisi III DPR RI ikut turun tangan mengatasi hal ini. Salah satu caranya dengan menyediakan proses peradilan yang setara di tubuh TNI dan POLRI,” ujar Pigai.
Usulan komnasham, proses peradilan umum harus diterapkan juga di tubuh TNI. Agar rentang waktu yang sama muncul dalam penyelidikan hingga pemberian sanksi bagi anggota TNI dan POLRI.Komnasham sendiri dijadwalkan akan bertemu dengan pihak TNI untuk membahas peristiwa Batam pada 10 Desember 2014 mendatang.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu