Wakapolri Komjen Pol. Syafruddin menjawab pertanyaan wartawan usai mengunjungi Ponpes Buntet di Astanajapura, Cirebon, Jawa Barat, Jumat (25/11). Dalam kunjungannya Wakapolri melakukan ziarah di komplek pemakaman Gajah Ngambung serta berdialog dengan para Kyai untuk menjaga keutuhan NKRI dan tidak terpancing isu yang berkaitan dengan SARA. ANTARA FOTO/Imi Al Ghozali/DA/pd/16.

Jakarta, Aktual.com – Duta Besar Arab Saudi, Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi, bertemu dengan Wakapolri Komjen Pol Syafruddin, di Gedung Utama Mabes Polri, Senin (27/2).

Kundjungannya ke markas korps Bhayangkara tersebut untuk membicarakan persiapan keamanan menjelang kedatangan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz Al-Saud ke Indonesia.

“Dubes Saudi ke Mabes untuk pengecekan terakhir persiapan keamanan jelang kedatangan Raja Salman dan rombongan,” kata Wakapolri Komjen Pol Syafruddin di Mabes Polri, Jakarta, Senin (27/2).

Dalam pertemuan tersebut, pihaknya telah menjelaskan rencana pengamanan Polri-TNI secara mendetail dan spesifik.

“Kita wajib sukseskan kunjungan ini,” katanya.

Dalam menyukseskan kunjungan tersebut, pihaknya menyiapkan 10 ribu personel gabungan Polri-TNI yang dikerahkan di tiga lokasi yang dikunjungi Raja Salman yakni Jakarta, Bogor (Jawa Barat) dan Bali.

Ia merinci, untuk di Jakarta, dikerahkan 2.000 aparat. Di Bogor, dikerahkan 2.252 personel. Di Bali, akan dikerahkan 5.000 personel.

Sementara Dubes Arab Saudi, Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi berterima kasih kepada Mabes Polri atas seluruh rangkaian persiapan keamanan.

“Saya berterima kasih kepada Bapak Komjen Syafruddin atas seluruh persiapan yang dilakukan. Saya percaya kemampuan dan kekuatan keamanan Indonesia. Keamanan pihak Saudi cukup puas dan yakin bahwa keamanan Indonesia akan mampu mengamankan raja kami di sini,” ujar Osama.

Raja Salman rencananya akan berkunjung ke Indonesia pada 1 9 Maret 2017. Pada 1-4 Maret. Ia dan rombongan dijadwalkan akan mengunjungi Jakarta dan Bogor. Kemudian pada 4-9 Maret, raja dan rombongan bertolak ke Pulau Bali.

Fadlan Syiam Butho

Artikel ini ditulis oleh:

Editor: Nebby