Nelayan menata ikan tuna untuk pangsa ekspor di Pelabuhan Perikanan Samudera, Lampulo, Banda Aceh, Sabtu (12/3). Sehubungan meningkatnya hasil tangkapan ikan tuna Indonesia, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta Regional Fisheries Management Organisations (RFMOs) menaikkan kuota tangkap ikan tuna Indonesia sebesar 500 ribu ton pertahun. ANTARA FOTO/Ampelsa/nz/16

Malang, Aktual.com – Kota Malang tidak lama lagi bakal miliki toko swalayan ikan pertama. Bukan hanya pertama, tapi juga terbesar di kota yang terletak di Jawa Timur itu, dengan sistem layaknya pusat perbelanjaan besar.

Meski sistemnya tiru pasar modern,harga yang ditawarkan ke konsumen konon bakal lebih murah. Kepala Dinas Pertanian Kota Malang Hadi Santoso mengatakan, harga bisa lebih murah karena disesuaikan dengan harga dari tangan pertama. “Baik nelayan maupun pembudidaya (petani ikan),” kata dia, di Malang, Senin (14/3).

Swalayan ikan akan menampung aneka jenis produk ikan air tawar (budi daya) dan ikan laut yang dipasok langsung dari nelayan di wilayah Malang raya. Hingga saat ini, kata dia, Kota Malang memiliki 28 kelompok tani ikan air tawar dengan produksi jenis gurame, patin, lele, dan nila.

“Keberadaan swalayan ikan ini sangat perlu mengingat konsumsi ikan warga di Malang raya cukup tinggi, sehingga diharapkan bisa menjadi pusat penyedia ikan segar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Pihaknya juga sedang mengusahakan agar swalayan itu nantinya bisa beroperasi 24 jam, sebab tidak semua orang membutuhkan ikan pada pagi dan siang hari. Khususnya pedagang, katanya, banyak yang membutuhkan ikan pada dini hari.

“Jadi kita ingin memfasilitasi itu semua,” ucapnya Menyinggung pengawasan terhadap pasokan ikan dari nelayan maupun pembudi daya, Sony mengatakan dilakukan secara ketat dengan mengutamakan pedoman aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).

Minimal, ujarnya, ikan stok dibekukan dalam lemari pendingin bersuhu nol derajat untuk membunuh kuman.

“Ikan yang diutamakan yang sudah berupa ikan fillet, namun ikan segar juga ada, yakni ikan lele, gurami, dan patin. Sistem transaksinya nanti juga akan dibuat satu pintu seperti di pusat perbelanjaan besar, tapi ini dengan harga petani yang pastinya terjangkau,” ujarnya.

Ia mengatakan akan ada petugas khusus yang mengecek kualitas, keamanan dan kesehatan ikan-ikan yang masuk ke swalayan.

“Tak hanya itu, kami juga siapkan ikan hias dan berbagai jenis ikan olahan,” katanya.

Saat ini, pasar swalayan yang memanfaatkan eks-gedung benih ikan itu masih dalam proses renovasi namun sudah hampir rampung, bahkan awal April nanti bakal diresmikan.

()