Radikalisme sejatinya berasal dari paham nihilisme, bukan dari ajaran Islam. (ilustrasi/aktual.com)

Jakarta, Aktual.com – Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan ketahanan keluarga merupakan benteng utama dari upaya penyebaran paham radikalisme.

“Tidak adanya kekuatan terhadap ketahanan keluarga, sehingga anggota keluarga yang lain dengan mudah terpengaruh paham radikal begitu ada salah satu keluarga terpengaruh,” ujar Giwo di Jakarta, Senin (14/6).

Anggota keluarga yang terpengaruh paham tersebut kemudian menyebarkan paham tersebut kepada anggota keluarga yang lain.

Menurut dia, keluarga harus mempunyai daya tahan dari kesesatan. Dengan demikian, harus ada pembinaan keluarga dan pihak pemerintah juga harus selalu melakukan pengawasan pendampingan sampai tingkat rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) serta bukan hanya untuk sosialisasi politik saja.

“Jangan sampai ada celah, kita kecolongan di dalam tahun tahun politik ini yang dimanfaatkan oleh terorisme,” katanya.

Menurut dia, keluarga perlu menanamkan sejak kecil dari pangkuan hingga dewasa, nilai nilai kehidupan yang beragama, bermoral, penuh kasih sayang antaranggota keluarga masyarakat, belajar mencintai sesama, lingkungan hidup, dan terus dipupuk sampai dewasa.

(Andy Abdul Hamid)
1
2