Jakarta, Aktual.co —Rendahnya target penerimaan DKI dari sektor pajak menuai sorotan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ketua KPK Abraham Samad menilai target penerimaan pajak DKI yang kerap diturunkan menjadi masalah. Sebab DKI dinilainya mampu untuk melebihi target tersebut.
“Misalnya ditulis satu miliar rupiah, padahal seharusnya bisa dua miliar rupiah. Lalu kalau itu tercapai malah dianggap satu keberhasilan. Padahal seharusnya masih bisa dioptimalisasi lagi,” ujarnya, saat ditemui ketika menyambangi Balaikota DKI, Kamis (6/11).
Dari rendahnya target penerimaan pajak, kata Samad, muncul masalah lain. “Jadi ketika target itu diturunkan dan bisa didapat lebih, sisa kelebihan itu malah masuk ke kantong orang tertentu.” 
Persoalan di sektor penerimaan pajak DKI kemarin juga sudah disampaikan oleh Plt Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Ahok mengatakan kalau pencapaian target penerimaan pajak DKI di tahun 2014 meleset. Dia menuding ada ‘permainan’ antara oknum petugas pajak dan pengusaha untuk mengatur setoran pajak.
“Selama ini dia (pengusaha) main sama oknum di pajak. Yakni dengan tawar menawar jumlah setoran pajak. Tahun ini lu mau setor berapa nih pajaknya, kaya gitu. Jadi sebenernya pajak bisa capai target, tapi mereka aja yang ngga mau capai target,” tuding Ahok di Balaikota DKI, Rabu (5/11).
Faktor lain yang jadi penyebab melesetnya target pendapatan pajak ada di penerapan pajak restoran. 
Sistem online untuk pembayaran pajak restoran menurut Ahok belum maksimal. Karena Unit Pelayanan Pajak Daerah (UPPD) di tingkat kecamatan tidak berfungsi dengan baik dalam melakukan pendataan jumlah restoran. Sehingga data jumlah restoran tidak sesuai dengan jumlah sesungguhnya di lapangan. 
“Masa nggak tahu berapa sih restoran satu kecamatan, ini mungkin mereka selama ini memeras,” ujarnya.
Ditegaskan Ahok, permainan yang dilakukan oleh oknum petugas pajak dengan pihak pengusaha adalah salah satu bentuk korupsi. 
Oleh karena itu ia akan memperketat aturan dan terus mengawasi pelayanan pajak daerah. Serta menindak tegas para oknum petugas pajak dan pengusaha yang bermain.
Ditegaskan Ahok kalau dirinya tak mau lagi ada kebocoran di sektor pajak. 
“Mau 0,01 persen pun saya gak mau bocor. Ngga mau tau lagi, kalau pajak masih main maka yang main kita tangkepin,” ujarnya.

()