Jakarta, Aktual.com —Mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI), Anwar Nasution mengatakan keterangan pejabat pemerintahan mengenai krisis Yunani dianggap menyesatkan. Menurutnya, pejabat pemerintah tersebut tidak memahami isu yang tengah dihadapi Indonesia.

“Meminjam istilah Romo Mangun, para pejabat itu tidak kompeten. Seperti halnya dengan Yunani, Indonesia adalah negara yang korup, sistem hukumnya tidak jalan dan institusinya lemah. Rakyatnya tidak mau bayar pajak dan dunia usaha serta orang kayanya simpan kekayaannya di luar negeri, utamanya Singapura dan Hong Kong,” ujar Anwar di Jakarta, Rabu (8/7).

Lebih lanjut dikatakan dia, penyebab kesulitan ekonomi di Yunani berbeda dengan di Indonesia. Krisis ekonomi di Yunani, lanjut Anwar, disebabkan besarnya pinjaman luar negeri pemerintahnya, yang sudah lama hidup besar pasak dari tiang.

Menurut Anwar, setelah masuk dalam sistem mata uang Euro, Pemerintah Yunani memanfaatkan tingkat suku bunga murah di Eropa Utara (utamanya Jerman, Belanda dan Perancis), untuk membelanjai defisit APBN yang semakin besar dengan menjual obligasi Pemerintah. Strategi berutang seperti ini juga dilakukan oleh Italia, Spanyol, Portugal dan Irlandia.

“Di Indonesia, masalahnya berbeda dan tidak ada kaitannya dengan utang Pemerintah yang dewasa ini masih terkontrol. Penyebab pertama sumber kerawanan ekonomi Indonesia adalah karena hutang luar negeri sektor swastanya terlalu besar,” pungkasnya.

(Eka)