Jakarta, Aktual.com – Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Selasa (18/1) telah melakukan pemeriksaan terhadap aktivis HAM Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti. Kurang lebih selama enam jam keduanya diperiksa terkait laporan yang dilayangkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Aktivis HAM Haris Azhar mengatakan bahwa dirinya dicecar sebanyak 17 pertanyaan, sementara untuk Fatia penyidik Ditreskrimum melontarkan 20 pertanyaan.

“Banyak soal akun Youtube saya, lalu juga soal materi konflik of interest-nya, dari soal riset,” kata Haris di Mapolda Metro Jaya, Selasa (18/1).

Sementara itu Fatia dicecar soal metodologi yang digunakan dalam proses riset terkait dugaan keterlibatan Luhut di tambang emas Papua. “Juga pertanyakan sumber-sumber riset ataupun data-data terkait yang menyebutkan dugaan keterlibatan Luhut Binsar Panjaitan yang di mana itu sebenarnya sudah dijelaskan dalam risetnya juga,” ujarnya.

Haris dan Fatia dilaporkan buntut pernyataan bahwa PT Tobacom Del Mandiri, anak usaha Toba Sejahtera Group terlibat dalam bisnis tambang di Intan Jaya, Papua. Luhut diketahui adalah salah satu pemegang saham di Toba Sejahtera Group.

Seperti diketahui Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti dipolisikan terkait video yang diunggah di akun YouTube dengan judul “Ada Lord Luhut Di balik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya!! Jenderal BIN Juga Ada!!” yang berisi perbincangan antara Haris Azhar dan Fatia.

(Andy Abdul Hamid)