Jakarta, Aktual.co — Padatnya pekerjaan atau aktivitas fisik seseorang bisa menyebabkan permasalahan pada otot, tulang, sendi (atau disebut sistem muskoleskeletal).

Dr. Aditya Wahyudi, SpKFR,  ahli rehabilitasi muskoloskeletal dari Klinik Flex Free mengatakan, belum banyak masyarakat yang mengenal rehabilitasi medik.

Rehabilitasi medik merupakan pelayanan kesehatan gangguan fisik dan fungsi tubuh yang diakibatkan oleh keadaan atau kondisi sakit, penyakit, atau cedera melalui paduan intervensi medik untuk mencapai kemampuan fungsi yang optimal.

“Karena layanan rehab medik harus diberikan sedini mungkin. Karena dokter spesialis rehabilitasi medik mempelajari pemahamam tentang biomekanika tubuh yang berkaitan dengan timbulnya nyeri dan menentukan penyebabnya, ” jelasnya ditemui di acara ‘Flex Free Rehabilitasi Muskuloskeletal’, di Hotel Akmani, Jakarta, Selasa (9/6).

Menurut dr. Aditya, rehabilitasi haruslah dibarengi dengan layanan atau terapi lainnya dari bidang ilmu kedokteran yang lain agar mencapai proses lebih optimal dan cepat meminalisir gejala sisa yang mungkin terjadi dan mencegah penyakit berlanjut.

“Karena disiplin ilmu kedokteran rehabilitasi medik menggunakan media fisik dan pengobatannya dan memfokuskan diri dalam rehabilitasi pasien. Dokter Rehab Medik mirip dengan dokter orthopedi, neirologi tetapi tanpa pisau atau non operasi, ” terangnya.

“Selain itu dokter rehab medik melihat pasien secara komprehensif. Jadi tidak hanya memberi obat saja, tetapi wajib memeberikan edukasi kepada pasien dan mengusai penggunaan alat-alat terapu. Hal inilah yang membedakan dokter spesialis rehab medik dengan dokter spesialis lainnya, ” kata ia menutup pembicaraan.

()

()