Jakarta, Aktual.com – Perancis meningkat keamanan di sejumlah lokasi transportasi umum di Paris setelah terjadinya ledakan yang menewaskan sedikitnya sembilan orang di sebuah terowongan kereta bawah tanah metro Saint Petersburg pada Senin (3/4). Demikian disampaikan Kementerian Dalam Negeri Prancis.

“Menyusul kejadian di metro St Petersburg, dan sebagai langkah pencegahan, Menteri Dalam Negeri Matthias Fekl telah memutuskan untuk meningkatkan keamanan di fasilitas transportasi umum di wilayah Paris,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

“Di tengah ancaman terorisme yang sangat tinggi, pemerintah terus mengambil langkah-langkah untuk melindungi rakyat Prancis,” tulis keterangan tertulis itu menambahkan.

Serangan bom dari dalam gerbong kereta di terowongan kereta bawah tanah St. Petersburg, dicurigai dari bahan peledak yang disembunyikan di dalam koper. Bom menewaskan sedikitnya sembilan orang dan 20 terluka.

Serangan terhadap ibu kota kerajaan tua Rusia itu menjadi lambang kekuatan bagi kelompok keras mana pun, terutama pemberontak Chechen dan IS, yang bertempur melawan pasukan Rusia di Suriah. Serangan pemberontak Chechen selama ini berpusat di kota Moskow, termasuk serangan di bandar udara, teater, dan kereta bawah tanah pada 2010.

Rekaman gambar menunjukkan sejumlah warga yang terluka di peron stasiun, beberapa di antaranya dirawat oleh petugas medis darurat dan penumpang lain. Sedangkan penumpang lain melarikan diri dari peron di tengah-tengah asap, beberapa di antaranya terlihat berteriak atau memegangi tangan dan wajah mereka.

Lubang besar terbentuk di sisi gerbong kereta dengan serpihan logam berserakan di sepanjang peron. Penumpang terlihat memecahkan jendela pada salah satu gerbong tertutup.

Ledakan terjadi pada pukul 14.40 waktu setempat yang merupakan jam sibuk. Pihak berwenang menutup semua stasiun kereta bawah tanah St Petersburg, sementara jaringan Metro Moskow mengatakan meningkatkan keamanan untuk menghadapi peristiwa serupa. (Ant)

()