“Bukan itu saja, Kang Eef juga telah memanfaatkan lembaganya untuk maju sebagai capres, yang beberapa minggu lalu melakukan deklarasinya di salah satu hotel di Jakarta,” sebutnya.

Idealnya sebagai boss lembaga survei, masih menurut Andi, Eef Syaifullah tidak boleh memanfaatkan lembaga survei yang dipimpinnya itu untuk memuaskan ambisi politiknya.

“Karena itu, kami dari KAMPUD meminta Kang Eef sebagai Boss Polmark, untuk bersikap independen sebagaimana layaknya lembaga survey. Jangan karean ambisi politik, dia menanfaatkan lembaganya,” tegasnya.

Dalam aksinya, selain berorasi, KAMPUD juga membentangkan sepanduk bertuliskan “Kang Eep Politisi Ambisiun Berkedok Konsultan Politik” dan “Boss Survei Tidak Boleh Berpolitik”. Sebelumnya, Jaringan Milenial Indonesia (JMI) mendeklarasikan Eep Saefulloh Fatah dicalonkan jadi Cawapres untuk Pilpres 2019. JIM menilai Eep memiliki kemampuan politik sehingga layak maju menjadi calon wakil presiden di Pilpres 2019.

Eep diketahui pernah menjadi konsultan politik Joko Widodo-Jusuf Kalla pada Pilpres 2014, Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada Pilkada DKI Jakarta 2017, dan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar dalam Pilkada Jawa Barat 2013.