Jakarta, aktual.com – Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) memprediksi bahwa akan ada lima pasangan calon yang mengikuti pemilihan calon Walikota Binjai, Sumatera Utara pada 2020 mendatang.

Direktur Executive LKPI, A Ibnu Maulyana menjelaskan, prediksi berdasarkan hasil survei yang dilakukan terkait akseptabilitas warga terhadap 13 nama tokoh Binjai yang muncul.

“Yakni, Mayor Amrizal Nasution merupakan tokoh dengan tingkat akseptabilitas paling tinggi yaitu 75,7 persen, Timbas Tarigan sebesar 74,3 persen, Lisa Andriani 72,8 persen, Hj Kristiana Gusuartini 71,2 persen,” kata Ibnu dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/9).

“Kemudian, ada Muhammad Islandar dengan tingkat akseptabilitas sebesar70,5 persen, kemudian Dejon Sembiring 60,8 persen, Irhamsyah Putra Pohan 60.7 persen, Rudi Alfahri Rangkuti 40,9 persen, Edi Putra Sitepu 40,7 persen, Zainuddin Purba 30,9 persen, Eddy Aswari 30,5 persen, Juliadi 30,2 persen,” sambung dia mengurai.

Tidak hanya itu, Ibnu juga mengatakan bahwa dari 13 tokoh yang digadangkan maju dalam pemilihan Walikota Binjai, sosok Mayor TNI Amrizal Nasution memiliki tingkat keterpilihan yang tinggi.

“Responden sebanyak 9,7 persen menjatuhkan pilihan kepada Amrizal Nasution,” bebernya.

Di posisi kedua, sambung dia, ada sosok Timbas Tarigan sebesar 9,6 persen, Lisa Andriani 8,2 persen, Hj Kristiana Gusuartini 7,2 persen, dan Muhammad Islandar 7,1 persen.

Kemudian HM.Sajali 6,2 persen, Zainuddin Purba 3,9 persen, Dejon Sembiring 3,2 persen, Irhamsyah Putra Pohan 3,1 persen, Rudi Alfahri Rangkuti 2,8 persen, Edi Putra Sitepu 2,7 persen, Eddy Aswari 3,5 persen, Juliadi 3,2 persen, dan yang belum memilih sebanyak 29,6 persen.

“Kesimpulannya, dari hasil survei tersebut dapat tergambar, pilihan masyarakat Binjai yang masih belum memberikan jawaban untuk memilih sebanyak 29,6 persen. Sehingga, persaingan diantara tokoh-tokoh bakal calaon Walikota Binjai masih sangat terbuka lebar,” ucapnya.

“Sebab, ada lima besar bakal calon Walikota Binjai yang selisihnya sangat tipis sekali dari survei yang dilakukan,” sebut dia.

LKPI juga menyoroti banyaknya swing voters yang belum menentukan sikap di Pilwalkot Binjai 2020 nanti. Sehingga para kandidat yang muncul diminta agar tidak keliru dalam melakukan manuver politik.

“Sebab para swing voters sedang mengawasi pergerakan kandidat bakal calon wali lkota. Selain itu juga elektabilitas ataupun popularitas yang tinggi masih bisa tercemar apabila tanpa didukung dengan rekam jejak mumpuni,” imbuhnya.

Untuk diketahui, dari hasil Pemilu 2019, di DPRD Binjai, sejumlah enam kursi dikuasai Partai Golkar, kemudian Gerindra lima Kursi dan PDIP empat kursi. Sedangkan Demokrat, PKS, Nasdem dan PAN, masing-masing 3 kursi. Kemudian PPP dua kursi dan Hanura satu kursi.

“Jadi, sangat mungkin, Pilwakot Kota Binjai akan diikuti oleh 5 pasangan Cawalkot,” pungkasnya.

Dijelaskannya Ibnu, survei ini dilakukan terhadap 1.208 orang warga kota yang diambil secara acak dari total warga yang sebanyak 173.272 jiwa. Mereka semua adalah orang-orang yang punya hak pilih di Pemilu tahun 2019 lalu.

Para responden yang tersebar di 37 kelurahan ini dipilih dengan menggunakan metode multistage random sampling. Adapun dengan margin of error sebesar +/- 2,81 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei ini dilakukan sejak 9 September 2019 hingga 16 September 2019.

(Zaenal Arifin)