Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan materi saat menjadi pembicara pada Diplomasi Maritim Indonesia di Jakarta, Jumat (22/2/2019). Acara tersebut untuk memperluas pandangan antara pembuat kebijakan, akademisi, dan komunitas diplomatik mengenai tujuan pemerintah Indonesia dalam bidang maritim. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/ama.

Jakarta, Aktual.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, pemerintah akan menyiapkan 2.000 hektare untuk lumbung Ketahanan Pangan Nasional di Danau Toba, Sumatera Utara.

Dia menargetkan Kawasan Ketahanan Pangan atau Food Estate dapat mencapai 3.000 hektare sepanjang tahun 2021.

“Selama 3 hari disini mengunjungi 15 tempat proyek pemerintah yang diperintahkan presiden untuk dibangun dari setahun yang lalu. Misalnya di research food center di Sumater Utara, progressnya cukup bagus ada 215 hektar are yang sudah ditanami dari tahap pertama 1.000 hektar yang tanahnya sudah dibagi-bagi ke masyarakat,” kata Luhut dalam unggahan Instagram pribadinya @luhut.pandjaitan, dikutip Minggu (14/02).

Nantinya, kata dia, di research center akan ada penelitian bibit unggul.

Itu, seperti kentang, bawang putih, kopi, hingga tanaman herbal berbasis big data.

Menurut dia, itu bakal dilakukan di 500 hektare, dan ada pula 50 hektare yang dibebaskan karena merupakan tanah negara. Sedangkan, juga ada tempat lahan percobaannya seluas 300 hektare.

Dia juga mengatakan, lahan-lahan yang masih tertutup hutan, juga tetap dipelihara karena masih tertutup.

“Dulu konsesi yang diberikan pada dua perusahaan besar itu mereka juga diberikan potong pohon. Kami tidak mau karena hutan banyak yang hilang. Jadi, saya paham sekarang kita tidak boleh potong hutan kita gunakan lahan yang sudah ada,” kata Luhut.(RRI)

(Warto'i)