Jakarta, Aktual.com — Pada upacara peresmian hari Sabtu (18/7) lalu, Kepala Lembaga Budaya PBB, Irina Bokova, mengatakan, bahwa dirinya berharap Mahkamah Pidana Internasional akan mengadili orang-orang yang bertanggung jawab.

Menurut, Bokova merestorasi Mausoleum adalah bagian dari program PBB.

“Kami telah memenuhi janji kami. Kami menolak ekstremisme dan menerima perdamaian. Inilah sumbangan kami kepada warga Timbuktu,” kata Bokova, demikian dikutip Aktual.com dari laman BBC.

Wali Kota Timbuktu, Halle Ousmane menerangkan, ‘halaman kelam’ dalam perjalanan sejarah kota ini telah ditutup.

“Pembangunan kembali Mausoleum-mausoleum ini membantu kita melupakan masa-masa kelam tersebut,” ujar Ousmane.

Untuk diketahui, Mausoleum tersebut merupakan makam para pemikir Islam yang hidup pada abad ke-15 dan 16. Timbuktu, kota yang terletak di tengah padang pasir, yakni salah pusat ilmu pengetahuan dan perdagangan dunia di Abad Pertengahan.

Di masa ke-emasannya, terdapat 180 sekolah dan Universitas yang menerima murid dari dunia Islam.

Seluruh kawasan kota Timbuktu tercatat sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Langkah restorasi bisa dilakukan setelah aparat keamanan, dibantu dengan militer Prancis, dimana memukul mundur para milisi dari Timbuktu pada 2013 silam. (Sumber: BBC)

()