Ilustrasi: SPBU/Antara Foto
Ilustrasi: SPBU/Antara Foto

Jakarta, Aktual.com – Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Bagas Adhadirgha mengatakan ekosistem industri di sektor ritel bahan bakar, khususnya SPBU perlu diperkuat agar para pengusaha nasional dapat berperan aktif dalam pembangunan nasional terhadap tatanan pasar juga perekonomian global.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan bisnis ritel bahan bakar. Saat ini, bahan bakar masih menjadi sektor produktif yang bersinggungan dengan bisnis lain dan mendukung mereka dalam ekosistem ekonomi.

Oleh sebab itu, dalam upaya mendukung keberlangsungan pertumbuhan industri ritel SPBU dan pertumbuhan ekonomi nasional, HIPMI berkolaborasi dengan BP-AKR untuk senantiasa menghadirkan wadah diskusi bagi pengusaha muda dalam melihat peluang, prospek dan konsep mengembangkan investasi di bidang ritel SPBU di Indonesia. Upaya untuk memaksimalkan potensi bisnis ritel SPBU seperti ini sudah saatnya didukung dengan kesadaran penuh oleh para pengusaha muda.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman kepada pengusaha Indonesia bagaimana ekosistem bisnis ritel SPBU di Indonesia saat ini dan memberikan pemahaman kepada pengusaha Indonesia mengenai proyeksi sektor bisnis ritel SPBU di Indonesia,” ujar Bagas dalam acara Forum Dialog HIPMI, Webinar HIPMI x BP Power Lunch to Fuel your Future: Melihat Peluang Bisnis Retail SPBU di Indonesia, Jakarta, Kamis (8/4) kemarin.

Selain itu, lanjut Bagas, acara tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan awareness kepada pengusaha muda bahwa BP-AKR memiliki komitmen untuk berkolaborasi bersama pengusaha Indonesia dalam mengembangkan bisnis SPBU di Indonesia.

“Maka dari itu, terdapat peluang untuk memperluas investasi di sektor tersebut, terutama pada bisnis SPBU. Dalam hal ini, bp sebagai salah satu perusahaan ritel SPBU ternama di Indonesia, percaya bahwa Indonesia memiliki potensi pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan, terutama dalam bidang industri ritel SPBU,” ucapnya.

Head Network Planning and Acquisition, Benny Oktaviano dan Brand and Communication Manager BP-AKR, Syahran Sidik Wahab mengatakan pihaknya yakin Indonesia adalah salah satu negara dengan fundamental pertumbuhan yang kuat.

Ia juga meyakini bahwa prospek bisnis bahan bakar dapat membantu menunjang pertumbuhan ekonomi dan industri negara Indonesia di masa yang akan datang.

“Kami ingin memaksimalkan industri bisnis BBM di Indonesia, tujuannya untuk mengakomodir perkembangan ekonomi dan sektor-sektor lainnya. Kami juga percaya siapapun dapat menjadi pendorong perubahan ke masa yang lebih cerah. Oleh karena itu, BP-AKR bertekad dapat berkontribusi dan membawa manfaat positif untuk bangsa dan negara Indonesia melalui bisnis ritel SPBU,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Kompartemen Industri Gas Bumi dan Perminyakan Bidang Perdagangan, Perindustrian, ESDM BPP HIPMI Ainun Rochani berharap, bisnis SPBU di Indonesia akan bertumbuh sejalan dengan perkembangan ekonomi di Indonesia dan dapat bersinergi dengan berbagai pihak untuk bersama-sama mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Kami berharap, ingin memberikan kesempatan bagi para pengusaha lokal di Indonesia untuk menjadi mitra bisnis dan memiliki SPBU melalui pilihan skema yang menguntungkan. Saya yakin pasar Indonesia masih sangat terbuka dan memiliki potensi besar untuk terus tumbuh,” ungkap Ainun.

Menurutnya, langkah untuk mendorong lebih banyak investasi di bidang ritel SPBU di Indonesia menjadi salah satu strategi HIPMI untuk dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi positif serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja. Kolaborasi ini sangat menarik serta menawarkan prospek yang sangat baik untuk diversifikasi bisnis para anggota HIPMI dan turut mendukung pertumbuhan ekonomi yang positif.

“Kami memiliki aspirasi untuk terus mengembangkan jaringan bisnis SPBU di Indonesia dan secara konsisten menawarkan inovasi serta teknologi produk terkini. Hal ini tidak hanya untuk produk bahan bakar namun juga produk non-bahan bakar, serta berbagai layanan yang dibutuhkan oleh para pelanggan untuk membantu kenyamanan berkendara,” imbuhnya.

(A. Hilmi)