PUTRAJAYA, 27 Mac -- Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin bercakap pada Perutusan Khas Pengumuman Pakej Rangsangan Ekonomi Prihatin Rakyat (PRIHATIN) bernilai RM250 bilion di Bangunan Perdana Putra hari ini.
--fotoBERNAMA (2020) HAK CIPTA TERPELIHARA

PUTRAJAYA, March 27 -- Prime Minister Tan Sri Muhyiddin Yassin speaking during Comprehensive People-centric Economic Stimulus Package totaling RM250 billion in Perdana Putra today.
--fotoBERNAMA (2020) COPYRIGHTS RESERVED

Kuala Lumpur, Aktual.com – Malaysia kembali mengumumkan perpanjangan keadaan darurat Covid-19 atau Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) di seluruh wilayah, Senin (10/5) sore. Keputusan tersebut, ungkap Muhyiddin, diambil setelah melihat tren peningkatan kasus harian Covid-19 yang membuat Malaysia kemungkinan akan menghadapi gelombang wabah fase ketiga.

“Mata rantai pandemi Covid-19 hanya dapat diputus dengan membuat masyarakat diam di rumah dan melanjutkan pengawalan yang lebih ketat,” ujar Perdana Menteri (PM) Malaysia Muhyiddin seperti dilansir dari Malaysiakini.

Keadaan darurat ini akan berlaku sejak 12 Mei hingga 7 Juni 2021 mendatang.

Sejumlah hal menjadi konsekuensi dari perpanjangan keadaan darurat ini. Misalnya larangan melintasi wilayah, larangan melakukan aktivitas sosial, berolahraga dan kegiatan belajar-mengajar. Meski demikian, semua aktivitas ekonomi masih diperkenankan selama keadaan darurat berlangsung.

Terkait pelaksanaan shalat Idul Fitri, Malaysia memberlakukan pembatasan jamaah. Bagi masjid dan mushalla yang memiliki kapasitas 1.000 orang, jamaah yang diperkenankan mengikuti shalat Idul Fitri maksimal hanya berjumlah 50 orang. Sementara bagi masjid yang kapasitasnya di bawah 1.000 orang, jamaah shalat tidak boleh melebihi 20 orang.

Pengetatan tersebut juga berlaku bagi pelaksanaan Shalat Wajib dan Shalat Jum’at. Malaysia juga mensyaratkan pengetatan bagi kegiatan ibadah umat lain.

PM Muhyiddin menegaskan Malaysia tengah bersiap menghadapi situasi krisis nasional seiring dengan ancaman gelombang ketiga wabah Covid-19. Dengan kasus harian yang berjumlah 4.000 dan 37.396 kasus aktif Covid-19, kematian di Malaysia hingga kini sudah mencapai 1.700 kasus.

(Megel Jekson)