Jakarta, Aktual.com – Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) yang juga Pengamat Ekonomi dari Universitas Indonesia (UI) , Chatib Basri memperediksi suku bunga Bank Indonesia (BI Rate) akan tetap berada di level 7,5 persen.

“Jika kondisinya rupiah masih melemah, berarti fokus BI tidak akan menurunkan (BI Rate) jadi akan tetap,” kata dia usai acara Indonesia Infrastructure Finance di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (17/6/2015).

Dalam hal ini, Chatib menjelaskan, BI tidak memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga acuan, pasalnya bunga yang rendah hanya akan membuat rupiah semakin tertekan.

“Bunga yang rendah membuat rupiah melemah, pasti itu. Artinya return investasi di sini juga lebih kecil. Jika seperti itu, berarti uang (investor) akan pulang,” paparnya.

Lebih jauh Chatib menilai, pelemahan rupiah di pasar saham memicu penurunan imbal jika imbal hasil kecil.

Sementara itu HSBC Global memprediksi BI tidak akan menaikkan suku bunga acuannya pada kuartal II 2015. Dalam risetnya, HSBC Global justru memprediksi BI akan menurunkan sebesar 25 basis poin sampai akhir kuartal II 2015. Hal tersebut sejalan dengan tingkat utang Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang lebih rendah bila dibandingkan dengan negara Asia lainnya.

Seperti diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sejak awal tahun telah melemah sekitar 6,06 persen . Rupiah berada di kisaran 12.543 per dolar AS pada 2 Januari 2015, dan menjadi Rp13.353 per dolar AS pada 16 Juni 2015.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar pada 19 Mei 2015 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate di level 7,50 persen.
Pun Dewan Gubernur memutuskan untuk menahan suku bunga Deposit Facility di level 5,50 persen dan Lending Facility pada level 8 persen.

()