Jakarta, Aktual.co — Seluruh anggota Marussia F1 Team, kaget dan marah ketika berhembus berita bahwa kecelakaan yang dialami oleh pebalapnya, Jules Bianchi, ketika gelaran balap di sirkuit Sochi, Jepang pada Minggu (5/10), merupakan kesalahan Jules.

Sebelumnya, terdapat kabar yang menyatakan bahwasanya pebalap berusia 25 tahun itu, tidak mengindahkan bendera tanda hati-hati yang dilambaikan oleh ofisial pertandingan dan terus melaju cepat, hingga dirinya tidak bisa mengendalikan mobilnya dan menabrak sebuah traktor yang berada di luar lintasan.

Dalam peraturan International Automobile Federation (FIA), apabila ofisial lomba mengibarkan bendera kuning, itu artinya telah terjadi kecelakaan dan semua pebalap harus memperlambat kecepatan tunggangannya.

Mendengar berita tersebut, Marussia F1 Team langsung membuat pernyataan klarifikasi. Dikatakan dalam pernyataan tersebut, jika pihak Marussia F1 Team telah memberikan rekaman data telemetri kepada FIA dan pihak FIA sendiri juga telah memutuskan bahwa sebelum kecelakaan tersebut, Jules sudah menurunkan kecepatannya.

“Melalui direkturnya, Charlie Whiting, FIA menyatakan bahwa Jules telah memperlambat mobilnya setelah melihat kibaran bendera kuning. Hal tersebut diperkuat dengan hasil konfrensi pers yang dilakukan oleh FIA yang berlangsung di Sochi pada Jumat 10 Oktober lalu,” begitu bunyi pernyataan dari Marussia F1 Team, seperti dikutip Crash.net, Rabu (15/10).

Selain itu, Marussia F1 Team mengatakan bahwa pihaknya telah menyerahkan salinan penuh ‘audio transmission’ antara Jules dengan tim sebelum terjadinya kecelakaan tersebut.

“Dari salinan suara tersebut, FIA juga telah menetapkan bahwa Jules dan timnya sudah mencoba menghindari kecelakaan yang akhirnya menimpa pebalapnya. Dari salinan suara tersebut terbukti, bahwa tim komunikasi mendesak Jules untuk segera memperlabat laju mobilnya,” tutup pernyataan Marussia F1 Team.

()

()