Agus menambahkan, hingga kini lima korban yang tertimbun tanah longsor tersebut belum ditemukan. Petugas masih berupaya melakukan pencarian korban.

Selain melibatkan personel yang banyak, pencarian juga dimudahkan dengan sudah adanya alat berat yang ada di lokasi longsor. Dua unit alat berat sudah di lokasi kejadian, dan menyusul lagi empat unit.

“Jadi, alat beratnya itu ada enam, dua sudah bergerak dan empat kemungkinan besok juga sudah di lokasi bawah. Sementara, yang dua masih di atas,” ujarnya.

Ia pun menambahkan, selama proses pencarian korban sebenarnya cuaca juga mendukung. Namun, alat berat memang tidak bisa langsung ke lokasi longsor, sebab terkendala medan yang sulit.

Jalan menuju ke lokasi naik turun. Selain itu, jalurnya juga sangat kecil, sehingga alat berat sulit masuk ke dalam lokasi longsor.

Musibah tanah longsor terjadi di Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk. Longsor sempat membendung sungai, menyebabkan terjadinya bendungan alam. Petugas pun membuat posko di Dusun Sumberbendo, Desa/Kecamatan Ngetos, Nganjuk.

Tingkat kedalaman longsor bahkan mencapai 40 meter, membuat petugas pun harus berupaya keras mencari para korban. Dalam musibah itu, lima orang menjadi korban.

 

Ant.

Artikel ini ditulis oleh: